Ini Adalah Cerpen Pertamaku

image

NAYLA NIKMATNYA BERSEDIH

Gedubraaak!!!!

Nayla membuka pintu keras-keras dan membantingkannya. Tanpa salam dan suara cerewet khasnya mengiringi kedatangannya.

Astagfirullah ....!  kataku dalam hati mengelus dada. Wajah adikku tanpak kesal, marah dan sedih jadi satu, jadi syerem.

”Lo, kenapa,?  Pulang-pulang kok marah? ngagetin orang aja,”tegurku.

“Dasar bajingan!” Lagi-lagi bukannya menjawab malah mengumpat. Aku salah apa ya? Pikirku. Nayla masuk kamar dan membanting pintu tak kalah keras di susul benda berjatuhan dan tangis pecah sesegukan. Pasti deh sesudah itu kamarnya berantakan, kayak kapal pecah.

”La kalau kamu ada masalah, ngomong dong...” seruku mengetuk pintu.

”pergi!! Gue lagi pingin sendiri!” Teriakan dari dalam membuatku urung masuk dan menjauhi daun pintu kamar.

Nayla ,Nayla...... Selalu begitu setiap kali punya masalah disekolah pasti pulangnya marah-marah. Sebagai kakak, aku yang berada dirumah sering kena sasaran. Syukurlah ibuku tidak ada dirumah kalau ada tentu dia sudah jantungan. Beliau berjualan di pasar.

Besoknya terulang lagi sampai hari ketiga, aku biarkan saja. Kusabarkan dengan hati, menunggu dia bilang sendiri. Benar saja, malamnya Nayla masuk kamarku cemberut.

” Kenapa? kok bete?”

”Sebel sama kamu!”

”Lho, aku salah apa?”

”Abisnya... orang lagi kesel kok dicuein, tanya kek kenapa, kasih perhatian begitu,...” Nayla menekuk ujng rambutnya dan memajukan bibirnya.

“Kamu ini, gimana sih....nanya salah, diam juga masih salah, bingung deh!”

“Ya habis aku sebel sama si Joan , dia selingkuh!”akhirnya Nayla cerita.

Kali ini dia sebel sama Si Joan dulu Ryan dulunya Fadli besok siapa lagi? 

"Bla-bla-bla... " Nayla cerita semuanya dari A-Z harus didengerin dan diliatin gak boleh meleng matanya meski menatap ke depan kalau meliat ke kanan atau menoleh ke kiri langsung bilang :

”Dengerin dong Ly!” jadi harus diliatin bukan di dengerin.

”Ini juga di dengerin”

”Matanya tatap dong... kalau aku lagi bicara. Aku gak suka, gak sopan tau!” Tandasnya. Dia sendiri juga gak sopan sama kakaknya.

”Butuh diliatin ato didengerin? itu sih namanya melototin, siapa tahu gak dengerin he...hee!”

”Pokoknya dengerin sama liatin!”

”Ya...Ya...”

Lalu cerita di sambung lagi. Gak boleh di sela, gak boleh nanya mesti diperhatiin. Sampai selesai aku masih diam saja.

”Kok diem sih? Gue dinggap radio butut ya?!”

”Katanya suruh diem, marah jga!”

”kasih saran dong....”

”Nanti salah lagi kamu kan gak mau di nasehatin pengennya di dukung cuhat kamu salah atau benar di iyakan bukan di ingetkan.

”Kali ini gue butuh nasihat lu, gue akan nurut dan dengerin semuanya.” Nayla ngacungin kedua dua jarinya.

”Menurut aku inti semua masalah mu sama saja, kamu tuh... selalu terjebak dalam lubang yang sama. Kalau aku bilangin janganpacaran pasti kamu menolak mentah-mentah, sekarang gini deh.... apa yang kamu dapetin dari semua ini? Cuma sakitkan? Ngapain ’sakit’ di cari? Lagi pula penyebabnya ada pada diri kamu sendiri . Kamu selalu menuntut orang lain atau pacarmu sesuai dengan keinginanan kamu sendiri gak mau berubah.”

“Tapi kan Ly....gue ...bla-bla-bla....”Nayla ngebala diri.

”Sst, jangan beralasan makin menunjukan kamu seperti itu. Menurutku buat apa sih kita menangisi cinta?  Sebenarnya kamu tuh cuma menangisi diri kamu sendiri .”

”Maksud lo apa?!”

” Ya kamu Cuma kasihan diri sendiri, meng IBA DIRI bukan menangisi pacarmu atau cinta mu”

”Gue gak seperti itu.”

”Emang kenyatanya seperti itu ! Tapi emang enak menangisi diri sendiri itu, suatu kesenangan. Sedih itu senang, nikmat.”

”Senang, nikmat, apanya?!!”

”Ya senang, buktinya kan kalau kamu menangisi atau kamu marah-marah, Puaskan hati kamu? Lega, menikmatin ingin lama-lama, merasa diri teraniaya, seperti makan sesuatu yang enak-enak pengennya di ulang-ulang dan ingat-ingat, begitu juga kamu, senang bersedih dan menderita hati ”

”Aku tak seperti omongan mu. Ga masuk akal”

”emang gak akan mengerti kalau gak pakai logika.”

”Sembarangan!”

”Sudahlah, sebaiknya kamu merenung saja, shalat dan mengkaji. Jangan lama-lama bersedih. Nanti jadi ketagihan sebab ada hormon pembuat rasa senang atau nikamt saat bersedih itu keluar dari tubuhmu, namanya hormone endrofine, seperti ganja atau narkoba”

”Makin gak nyambung deh! Dasar orang aneh, otaknya ketinggian.... lama-lama gak tercapai jatuh deh, konslet!”Nayla bersengut-sungut pergi ke kamarnya.

Aku, Nayli kakak Nayla Cuma menggeleng-geleng.

Tapi aku rasa emang nangis itu nikmat kan?  Kamu merasa puas dan lega setelah manangis atau marah-marah. Makin lama nangisnya makin senang hati, puas dan nikmat. Apalagi melihat orang lain menyesal karena tangisan atau kemarah kita. Suatu kesenagan ternyata mengumbar nafsu dan emosi itu, sebab bila kita melakukan kesenangan atau kenikmatan itu pinginnya di ulang-ulang dan ingat-ingat, untuk mengulang kembali rasa kenikmatannya. Nafsu sedih dan marah juga nikmat bukan hanya gembira atau bahagia saja. Sejatinya bahagiakan cuma permainan pikiran kita saja mengaturnya. Tapi walaupun sedih dan marah adalah satu kenikmatan, apakah itu kenikmatan yang positif? Adakah kebaikannya untuk kita? Yang ada energi pikiran dan tubuh kita terkuras habis untuk hal-hal yang dinamakan penyakit hati itu.

Lagi pula sudah jelas Allah berfirman dalam Qur’an:

Sesungguhnya Orang-Orang Yang Mengatakan: "Tuhan Kami Ialah Allah" Kemudian Mereka Meneguhkan Pendirian Mereka, Maka Malaikat Akan Turun Kepada Mereka Dengan Mengatakan: "Janganlah Kamu Takut Dan Janganlah Merasa  Sedih ; Dan Gembirakanlah Mereka Dengan Jannah Yang Telah Dijanjikan Allah Kepadamu."


Tidak cukupkah ayat itu bagi kita.  Mengerti kan maksudnya? kalau tidak cobalah merenung


Sukajaya, 29 Mei 2009 (20.00 WIB)

Kumara Asih, Salam Manis dan Sayang untuk adiku

 


3 Komentar
image

Fri, 4 Dec 2009 @21:30

Mr. G-Lunk

subhanallah !!!! sebuah cerpen yang mengajak kita mengenal siapa tuhannya!!!

image

Sun, 6 Dec 2009 @18:29

Jaja Wijanarko

Teh, angkat jempol buat blog teteh. materinya juga...WAHHH

image

Thu, 10 Dec 2009 @17:17

Ran Mouri Kuraki

Dua jempol untuk Kakak ku tercinta...........salut dech wat u.....


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 2+3+2

Welcome
image

Kumara Asih

Kumara_asih@Yahoo.co.Id


KUMARA KOMPUTER
JL.Raya Purwadadi-Wanakerta
INDONESIA
Komentar Terbaru
Mau Punya Website ?

Cek Nama Domain ?

Semudah Copy & Paste

Kami sediakan cara cepat untuk mengelola Halaman Web atau Blog Anda, Jika Anda masih Kurang mengerti silahkan hubungi Costumer Services Kami
Klik disini untuk masuk ke tutorial  atau kunjungi www.sitekno911.com

Demi Masa....................

 "Hidup Adalah Hari Ini Detik Ini, Masa lalu adalah History, Masa depan adalah Mystery . Maksimalkan Hari Ini Detik Ini Untuk Ibadah Kepada Allah "

By

DZA


Copyright © 2010 Eli Herlina ( Kumara Salsabila) · All Rights Reserved
Proudly Powered by sitekno