
RUMAH SAKIT HARAPAN IBU
“Kau boleh pulang rum,”kata dokter Iwan.
“Tapi jangan lupa untuk control seminggu sekali.Jika ada kesiapan mungkin kamu bisa coba program untuk therapy”lanjutnya.
Bersama perawat ,papa mama menurunkan putri kesayangan mereka kesebuah benda besi yang sangat mengerikan sebagian orang, kursi roda…entah seperti apa perasaan rum saat menaiki kursi itu.Dia udah terlalu shock ketika mengetahui kalau kakinya tak bisa berjalan lagi.Sehingga saat mengalami proses sebagai orang yang kehilangan suatu kemampuan yang sangat berharga dia bahkan tak bisa berpikiran apapun, blank…gelap.
“Tulang belakangnya mengalami keretakan yang cukup serius butuh waktu lama untuk menyembuhkannya, tapi jangan khawatir semua masih bisa diperbaiki yang terpenting adalah menyembuhkan beban emosional atau pshikisnya.”kata dokter Iwan di ruangannya.
“Lalu apa yang harus kami lakukan dok?”Tanya papa bingung. Itu beberapa hari sebelum hari kepulangannya kini.
Menyusuri lorong rumah sakit bersama dorongan tangan papa yang memutar kursi roda dan genggaman tangan mama disampingnya seakan ingin memberikan kekuatan dan tak ingin dilepaskan lagi tak membuat hati rum menangis atau bersedih.Bukan karena tabah atau ikhlas tapi semata karena belum bisa menerima apa yang terjadi padanya.Dia bahkan tak bisa berpikir apapun tentang semua yang akan dijalaninya di masa depan.Semuanya gelap.Rum seperti berjalan di ruang hampa udara melayang tak ada beban ataupun keseimbangan.
Rum termenung dikursi rodanya dipinggir jendela kamar,memandang bintang-bintang seperti waktu dulu yang sering dia lakukan sambil duduk bingkai jendela.Kini masih adakah bintang harapan untuknya? Rum tak percaya dokter. Kadang –kadang mereka suka memberi harapan palsu. Rum memikirkan bagaimana reaksi teman-temannya disekolah bagaimana dirinya menjalani semua aktivitasnya.
“Wuiiih……..!!!!” Rum menggoyang-goyangkan tubuhnya dengan lincah, lighthing menyoroti berganti –ganti. musik tiada berhenti menghipnotis semua pengunjung clubing untuk larut menikmatinya.
“Ayo….dong….masa sih diam terus? ….”Kata rum pada pada sissy dan dhea. Mereka memang tak sehebat rum dalam aksi melantai.
“Udah ah ,yu….kita duduk. gue cape “ajak Dhea.
“Ah, lu masa segitu aza keok sih…
“Udah malam nih…” Sissy menimpali .
“Sebentar lagi kenapa, gue lagi tanggung ….. enak nih…”
Sissy dan Dhea tak memperdulikannya,mereka miggir dari arena. Terpaksa dia mengikutiny padahal hatinya masih betah.
“Baru juga jam sebelas….udah pulang,” gerutunya setelah masuk kemobil.
“Gue ga mau nyokap ngomel ngomel rum,”jelas sissy
“Iya bokap gue juga suka ngamuk.bisa bisa gue ga boleh clubing lagi.”tambah Dhea memperkuat pendapat Sissy.
“Ya udah, “Rum nerima tapi masih cemberut,kesal.
Rum anaknya energik. pagi –pagi sudah bangun untuk berenang diteruskan dgn berjemur.siangan dikit pergi kemall bersama two best friendsnya, menghabiskan uang papa. Di sekolah juga rum sangat aktif selain ikutan English club juga masuk cheer leader dan satu lagi teater, sangat menyita waktu dan melelahkan bagi sebagian siswa. Sudah tentu dia yang selalu jadi bintangnya. Tak heran anak papa mama yang cantik ini jadi kebanggaan mereka dan banyak rekan pengusaha yang mengincar rum untuk jadi calon menantu mereka.
Teguran mama membuyarkan semua lamunan Rum akan kenangan hari –hari kemarin yang dalam sekejap berubah menjadi masalalu yang indah.
“Rum ….,sudah malam kamu tidur ya,”mama mendorong kursi roda dan membopong Rum ketempat tidurnya.
Rum menatap Roy ,pemuda itu mendekatkan wajahnya. Tiba–tiba pintu terbuka. Papa berdiri dengan garang….
“Papa ?!” mereka berdua tersentak kaget bagai maling tertangkap basah.
“Oom ….,” sapa Roy mencoba bersikap ramah menutupi rasa bersalahnya.
“Masuk !!!” kata papa masih dengan muka garang dan dingin. Dengan ragu-ragu Rum meninggalkan Roy yang menatapnya dengan memelas. Papa menatap tajam Rpy yang masih berdiri didepannya.”Oom saya…” bruggkkhh!!! pintu di banting keras untung ga terbentur muka Roy yang ngeloyong hendak mengikuti masuk. Roy tertegun kaget jantungnya hampir saja berhenti.
Rum tertunduk dikursi papa mendakwanya habis – habisan.
“Sudah pulang malam, pacaran, ciuman di depan hidung lagi! Dasar tak tau malu !”
“Dengar…, mulai saat ini papa ga mau melihat kamu berhubungan dengan dia apalagi menemuinya!”
“Papa ?!!” Rum menatap protes
“diam!! Papa sudah punya calon tunangan untukmu, anak pengusaha partner bisnis papa,dia kaya dan tidak urakan seperti temanmu itu…”
“Tapi pa..!!”
“Tidak ada tapi-tapian masuk dan jangan membantah!!” rum menatap papanya dengan amarah anak yang didik keras tertekan namun kebebasan bergaul membuat jiwa pemberontaknya bangkit. Dia berdiri dengan garang, bukannya masuk kamar Rum malah berlari keluar.” Rum! Rum! Harum kembali!” Rum tak peduli dia mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. Rum benar-benar kalut. Dia sangat mencintai Roy dan tak bisa hidup jika tiba-tiba harus dipisahkan dengan kekasihnya. Bagaiman mungkin Rum akan dijodohkan dengan orang yang tidak dikenalnya.
Sebuah mobil dengan kecepatan tinggi melaju dari arah yang berlawanan. Rum tak bisa mengendalikan diri dan juga mobil yang di kendarainya. Rum menjerit keras”Aaaaa….!!!”
B e r s a m b u n g
Thu, 3 Dec 2009 @22:05Tedi Sutendar |
Fri, 4 Dec 2009 @19:39Sahabat...... |
Thu, 10 Dec 2009 @17:14Eka Sushanty |
Mon, 14 Dec 2009 @21:39syushieno |
Kami sediakan cara cepat untuk mengelola Halaman Web atau Blog Anda, Jika Anda masih Kurang mengerti silahkan hubungi Costumer Services Kami
Klik disini untuk masuk ke tutorial atau kunjungi www.sitekno911.com
"Hidup Adalah Hari Ini Detik Ini, Masa lalu adalah History, Masa depan adalah Mystery . Maksimalkan Hari Ini Detik Ini Untuk Ibadah Kepada Allah "
By
DZA