
, “Aaaaa……..!!! !” mobil sedan keluaran terbaru itu terpental, kaca depan berhamburan dan badan Rum….badannya terlempar keluar.
Hehhhh!! Rum tersentak tiba-tiba dari tidurnya. Nafasnya memburu dengan gemetar dinyalakannya lampu meja. keringat mengucur di dahinya. Rum menghela nafas dan mengusap rambutnya yang basah.
Jemari lembut itu menggerakan tungkai roda, perlahan menggelinding kearah kelasnya diiringi tatapan siswa siswi lain dengan berbagai perasaan dan pikiran yang berbeda
Ada yang kasihan ada uyang biasa biasa saja. Ruma tak suka diperlakukan seperti itu dia adalah….Harum Sang Bintang yang tidak pantas untuk dikasihani. Dia paling benci bila orang yang mengganggapnya tak berdaya
“ Rum ?!... heii!! Kenapa tidak nagasih kabar kalau hari ini akan sekul?” FDea memburunya dengan wajah gembira. Sissy mengikutinya dengan mimik yang sama.
Iya …duh Rum…. Kita seneng banget lo dah kembali sekolah. Kalao kita tau dari awal pasti kita nyiapin buat nyambut lo,” sissy mendorongnya.
Rum hanya tersenyum kecut.
Rum ternyata disambut baik oleh teman-teman sekelas dan guru-guru disekolahnya. Mereka sangat ramah dan terkesan berlebih lebihan. Semua kemudahan diberikan, Rum tak suka itu,dia merasa hidupnya tak bisa apa-apa lagi tak berrguna. Dia hanya dianggap beban bagi orang lain dan layak mendapatkan secuil rasa kasihan seperti kepada penyandang cacat atau pengemis jalanan yang sering dia sinisi karena kotor dan joroknya. Dia merasa keramahan mereka palsu, hanya karena kasihan padanya yang cacat. Dan Rum sangat benci dikasihani. Mungkin kalau dia tidak seperti ini sikap mereka lain lagi. Rum menghindari kebaikan teman-temannya yang terasa seperti di buat –buat. Dan tidak semua orang suka dengan berbagai kemudahan yang mereka peroleh yang sebenarnya tidak mereka harapkan Rum berubah jadi sinis dan mudah tersinggung.Dua sahabatnya tak bisa berbuat apa-apa. Mereka sedih Rum menjadi seperti itu. Mereka mencoba maklum mungkin Rum masih trauma dan belum bisa menerima kenyataan, juga kekhawatiran akan kesembuhan kakinya dimasa yang akan datang dan masa depannya.mereka berharap sahabatnya bisa kembali seperti dulu main bareng, ngerjain PR, baca, jalan bareng, karena walaupun mungkin….Rum tak bisa berlari bersama lagi…..renang dan menyusuri Mall sambil kejar-kejaran ……karena mereka memang genk yang rame n gokil, karena …… Rum harus dikursi roda. Untuk sementara ataupun selamany.Mengingat hal itu mereka pun jadi sedih.
Seorang gadis berjilbab membuka pintu serambi belakang menatap gadis remaja termenung diatas kursi roda ditepi kolam. lalu gadis itu mengucapkan salam.
“Semua sudah terjadi,tak ada gunanya kau kesini. Aku tak butuh dikasihani.aku tak sudi…..” kata yang suara penuh penolakan.
“Semua keramahan palsu. semua perhatian bohong kalian lakukan karena aku cacat. Aku lumpuh ” suara yang datar tapi menahan emosi .”Apa yang bisa aku lakukan dengan kaki yang lumpuh selain dikasihani?” lanjut Rum masih dengan sinis.
Gadis berjilbab itu mengurungkan niatnya untuk memeluk dan mencium Rum.
“Kau salah. Kami tak pernah kasihan padamu, semua yang kami berikan karena kewajiban dan cinta. Kewajiban dengan cinta…. Kamu pikir orang kasihan padamu karena kamu cacat ? sesungguhnya kau sendiri yang mengharapkan dan membuat orang menaruh kasihan padamu. Dengan sikapmu apa orang akan bisa menghargaimu bukan karena rasa kasihan dan hanya menganggap kamu beban yang tak berguna dan tak pantas untuk dibanggakan? Sekarang tinggal pilih…..orang kasihan padamu karena kau lumpuh atau orang menghargaimua karena kau pantas untuk dihargai?........”
Rum menatap gadis itu perlahan. Indah mnamanya,kakak satu satunya yang dikucilkan keluarga karena dianggap pembangkang karena keputusannya untuk memilih kuliah di Bandung pada institut islam negeri dan pesantren daripada menuruti keinginan sang papa untuk kuliah di swasta termahal atau kuliah di aussey yang kelak diprsiapkan untuk menggantikan sang papa mengelola perusahaannya. Rum menatapnya menelusuri wajah polos itu mencoba mencari tahu apa yang dipikirkan gadis itu ,wajah itu biasa saja tak ada kesan kasihan atau pun menghina .
“Apa yang bisa aku lakukan dengan kaki yang lumpuh?” Tanya Rum akhirnya.
“ Rum…adiku…sayang, kamu Masih bisa melakukan banyak hal dengan apa yang kau miliki , masih bisa duduk,masih bisa menulis dengan dengan tanganmu ,masih bisa melihat dengan matamu, masih bisa mendengar dan berbicara. Kenapa kau anggap itu kiamat? Seharusnya kau bersyukur masih punya kaki untuk dihiasi sepatu ,punya anggota badan yang utuh,keluarga kaya yang menyayangi…punya teman dan sahabat,masih bisa sekolahdan masih punya segalanya.dan yang terpenting adalah kau masih bisa memiliki hati atau otak untuk menjalani hidupmu dan masih punya perasaan……..,kenapa tidak kau gunakan nurani mu…..?”
Rum kembali menatap gadis itu begitu bersih dan tulus tak ad kesan merendahkan ,tidak juga meremehkan atau merasa puas dengan keadaannya. Tapi kesan yang menganggapnya sama seperti manusia normal lainnya, menatap matanya yang dia temukan adalah ketulusan. Rum merasa menemukan kedamaian dihatinya.Rum akhirnya tersnyum gadis yang berdiri didepannya juga terseyum…..serasa dunia berubah begitu indah……..
Mon, 14 Dec 2009 @20:58Kang Tony |
Sat, 19 Dec 2009 @11:12Hindarto |
Sat, 19 Dec 2009 @18:09idonk gundul |
Thu, 24 Dec 2009 @17:21Jaja Wijanarko |
Thu, 14 Jan 2010 @12:49Sahro |
Kami sediakan cara cepat untuk mengelola Halaman Web atau Blog Anda, Jika Anda masih Kurang mengerti silahkan hubungi Costumer Services Kami
Klik disini untuk masuk ke tutorial atau kunjungi www.sitekno911.com
"Hidup Adalah Hari Ini Detik Ini, Masa lalu adalah History, Masa depan adalah Mystery . Maksimalkan Hari Ini Detik Ini Untuk Ibadah Kepada Allah "
By
DZA