Suatu hari seekor induk ayam mendapati telurnya berganti warna dan ukuranya berbeda., Ini bukan telur-telur nya, tapi sebagai induk ayam yang mempunyai naluri kasih sayang mengerami maka telur-telur itupun dierami juga.Telur-telur itupun diberi kehangatan,diberi energi panasnya, menjadi energi kehidupan untuk embrio yang ada didalam telur.Walaupun lebih lama akhirnya telur-telurnya menetas,menjadi beberapa ekor anak –anak yang lucu-lucu yang sangat jauh berbeda denagn dirinya, tidak memiliki kemirifan satupun.Satu anaknya ditakdirkan tidakmenetas,tapi anak-anak yang lain memberi semangat padanya untuk memberi nafas kehidupan bagi anak-anak asuhnya untuk survival.
Maka diasuhlah anak-anak nya yang lebih mirif bebek dan tongki.Diajaknya anak-anak mengais rerumputan,mengoreh dedauanan kering yang menimbun menjadi kompos, dan mematuki pucuk-pucuk rerumputan.Anak-anak yg mash lemah itu mengikuti induknya yang terus mengajari bertahan hidup dan pelajaran berburu.Hari berganti, si induk ayam mengasuh ank-anak bebek itu, walaupun ternyata anak-anaknya sungguh berbeda dari sebelumnya. Mereka tidak suka tanah kering dan binatang-binatang renik, mereka lebih suka lari keair dan mencari cacing. Namun saat dia memanggil anak-anaknya yang sepertinya sangat bandel dan ngeyel, dengan sabar induk itu menunggui diatas air dan membujuk anaknya dengan makanan yang tetap saja walaupun dihampiri bebek-bebek itu tidak mau memakanya.Dengan bakat alamnya yang berbeda dengan induk ayam sibebek berhasil mendapatkan cacing-cacing dicomberan.Dan menikmati santapannya dengan sangat gembira.Sungguh kehidupan anak-anak yang awalnya sangat ricuh.
Hari berlalu anak-anak bebek itu diajari hidup didarat dan makanan darat, serta cara bertahan hidup didarat versi ayam.Bebek-bebek kecil mulai bisa menyesuaikan, namun tetap naluri seekor anak bebek selalu muncul dan menyusahkan induk ayam yang harus mengejar-ngejar anak-anaknya yang berlari menjauhinya, menuju air. Selain bakat yang diajarkan induk asuhnya bebek itu mengembangkan sendiri bakat yang dimilikinya walaupun tidak maksimal. Suatu hari setelah dewasa kelak, dia akan menemukan keberanian untuk meninggalkan duania ayam yang diajari induknay dan kembali kepada naluri seekor bebek, dengan bakat dan kemampuanya, walaupun ahrus memulai dari nol dan termasuk terlambat. Suatu pemebrontakan besar begi induka yam, karena anak-anak yang susah payah didiknya dengan cara ayam tetap saja menjadi seekor bebak.
Begitu juga dengan anak-anak kita. Walaupun orang tua berusaha menjadikanya sesuai yang kita mau, menyuruhnya dan menjejalinya dengan pendidikan dan pelajaran yang tidak diminatinya bukan ‘bakat’ dirinya , membentuknya sesuai dengan yang kita inginkan, maka jika tidak sesuai fitrahnya, sunatullah.., sesuai bakat dan kenginan sang anak, juga keinginan Allah yang telah ditetapkan pada anak kita berikut semua potensi –potensi yang Allah anugrahkan, maka anak kita akan memberontak sehingga kita akan merasa lelah dan menganggap anak kita anak yang nakal dan melawan. Padahal anak-anak hanya menuruti apa yang dianugrahkan Allah kepada dirinya dan mengikuti nalurinya. Maka jika kita tetap memaksakan bakat-bakat yang lain dan mendidik mereka melawan suantullah akan timbul tolakan dan pemberontakan.
Suatu ketika jika anak-anak sudah dewasa mereka akan memutuskan mengambil jalan hidup seperti yang digariskan NYA , walaupun harus mulai dari awal lagi ,dan itulah bekal dia hidup yang dicintainya, yang sesuai dengan kehidupannya. Sungguh sayang sekali jika kita mematikan potensi-potensi besar yang dimiliki anak denagn memaksakan keinginan kita, ambisi kita.Jadilakanlaha nak sesuai yang dirinya mau dan Allah inginkan.
Salam KELUARGA BAHAGIA
Eli Herlina
Kami sediakan cara cepat untuk mengelola Halaman Web atau Blog Anda, Jika Anda masih Kurang mengerti silahkan hubungi Costumer Services Kami
Klik disini untuk masuk ke tutorial atau kunjungi www.sitekno911.com
"Hidup Adalah Hari Ini Detik Ini, Masa lalu adalah History, Masa depan adalah Mystery . Maksimalkan Hari Ini Detik Ini Untuk Ibadah Kepada Allah "
By
DZA