KUMARA ENERGY SHIELD http://kumara-energyshield.com KUMARA ASIH. Sun, 5 Sep 2010 10:05:26 +0700 CMS KOMA v1.00 id http://kumara-energyshield.com http://kumara-energyshield.com/images/logo.gif KUMARA ENERGY SHIELD Benda2 Langit http://kumara-energyshield.com/?pg=articles&article=36563 http://kumara-energyshield.com/?pg=articles&article=36563 Mon, 31 May 2010 09:31:00 +0700 Kumara Asih NOTE TEH ELI http://kumara-energyshield.com/?pg=articles&article=36563 Benda-benda langit yang dimaksudkan dalam tulisan ini adalah planet-planet dan satelitnya (bulan) seperti Jupiter, Neptunus, Mars, Merkurius, Venus, bulannya Bumi, bulan-bulannya Jupiter dan matahari-matahari (bintang-bintang) lain. Pengaruh benda langit tentunya timbul dari gaya tarik menarik antara bumi dan benda-benda langit tersebut. Pengaruh yang sudah kita tahu adalah pengaruh bulan, setiap bulan purnama dapat dipastikan laut akan mengalami pasang naik. Air di laut dan di muara sungai pasti bertambah tinggi. Masyarakat jaman dulu pun meyakini bahwa benda-benda langit mempunyai pengaruh terhadap kehidupan manusia yang ada di bumi. Kemudian keyakinan yang diperoleh lewat pengamatan yang tekun, mereka disajikan dalam suatu rasi bintang yang terdiri dari 12 macam dimana masing-masing melambangkan suatu sifat atas seseorang yang lahir pada suatu periode waktu tertentu.
Menurut pskiater Arnold Lieber dalam bukunya Lunar Effect, adanya bulan purnama membuat emosi orang menjadi tidak stabil. Hal ini dikarenakan tubuh manusia yang 80 % merupakan cairan (lemak, darah, darah putih, getah bening, enzym dll) ikut tertarik gravitasi bulan. Lieber menemukan bahwa setiap terjadi bulan purnama jumlah kejahatan semakin bertambah daripada ketika bulan tidak sedang purnama (Dalam Akutahu edisi No: 60, Feb 1988).
Di film-film, entah hanya khayalan belaka atauy kenyataan, sering diperlihatkan adanya serigala yang melolong-lolong di atas bukit pada suatu malam dengan latar belakang nampak bulan purnama. Mungkin si serigala ini juga terpengaruh oleh gravitasi bulan.
Pernah di post di http://irwan.web1000.com/ pd tgl April 2003
Orang-orang Arab yang menggunakan kalendar yang berdasarkan peredaran bulan (disebut kalender Arab – Qomariyah, Qomar artinya bulan, kalendar ini mempunyai 12 bulan seperti: Muharam, Shafar, Rajab, Syawal dsb) mempunyai kebiasaan melakukan puasa 3 hari berturut-turut setiap tanggal 13,14 dan 15 setiap bulannya pada bulan Qomariyah itu (saya tidak tahu pasti apakah kebiasaan puasa ini telah dipraktekan sejak masa Nabi Ibrahim-Ismail, yang hidup sekitar 1.000-2.000 SM ataukah hanya setelah masa Nabi Muhammad yang hidup sekitar tahun 600 M).
Sebagai informasi pada tanggal 13, 14, 15, 16 dan 17 terjadi bulan purnama penuh dengan puncak pada tanggal 15 atau 16 nya (cobalah anda keluar rumah pada tanggal tsb setiap bulan). Dengan puasa berarti mengurangi makan dan minum hingga sejumlah 50-75% dari saat normal, cairan tubuh pun berkurang drastis. Dengan berkurangnya cairan tubuh nampaknya orang-orang Arab berharap pengaruh (gravitasi) bulan dapat dikurangi sehingga lebih mudah mengontrol / mengendalikan diri
irwan.web1000.com
]]>
http://kumara-energyshield.com/rss-comments/
MUSIBAH SAKIT, TERNYATA NIKMAT? http://kumara-energyshield.com/?pg=articles&article=36562 http://kumara-energyshield.com/?pg=articles&article=36562 Mon, 31 May 2010 09:10:38 +0700 Kumara Asih NOTE TEH ELI http://kumara-energyshield.com/?pg=articles&article=36562 Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Salam Keluarga Bahagia.

Sakit pada diri manusia adalah Sunatulloh, dan tidak ada manusia di dunia pun yg tidak pernah sakit. kita tidak asing dengan musibah ini baik terjadi pada diri kita, keluarga kita, anak-anak kita, istrika teman-teman kita dan yang lainnya.

mungkin Sahabat semua bertanya?
Masa Sakit di bilang Nikmat?
Sudah jelas sakit itu gak enak?

mari kita kaji apa sih esensi sakit itu?
Sakit Adalah sebuah nikmat ALLAH yg diberikan kepada manusia. sebab sakit sebenarnya adalah "ALARM" tubuh. ini berfungsi untuk memberitahukan pada kita klo ada ganguan di organ itu. peringatan ini untuk mencegah kerusakan lebih parah lagi. baik kerusakan itu penyebabnya kuman, pola makan, pola hidup, pola pikir.
ini memberitahu kita ada yang harus diubah dan mengenal penyebabnya kuman, pola makan, pola hidup, pola pikir. cuma kadang kita mengabaikan peringatan ini"ALARM". Tahap-tahap awal peringatan itu biasanya peringatan kecil, lalu peringatan agak keras, sampai tahap akhir peringatan keras. cuma pada level peringatan dini biasanya cendrung diabaikan.

karena tidak mungkin sakit itu langsung parah, pasti berproses.
jadi siapakah yang patut disalahkan dapat Musibah sakit ini.
Allah kah !!!
Atau diri kita sendiri!!! yang mengabaikan peringatan dini!!!
mari kita renungkan dan kaji ayat dibawah ini:
FirmanNya lagi:
“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka adalah disebabkan oleh perbuatan tangan kamu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar dari dosa-dosamu.” (QS. As Syura, 42 : 30)

Karena Penyebabnya kita,sikap kita perbaiki penyebab-penyebabnya. dan atasi. Tugas Kita hanyalah Ikhtiar, ALLAH yang menyembuhkan.

Keluarga Bahagia.

]]>
http://kumara-energyshield.com/rss-comments/
SYUKUR http://kumara-energyshield.com/?pg=articles&article=36561 http://kumara-energyshield.com/?pg=articles&article=36561 Mon, 31 May 2010 09:04:01 +0700 Kumara Asih NOTE TEH ELI http://kumara-energyshield.com/?pg=articles&article=36561 Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Salam Keluarga Bahagia.

Syukur adalah Perasaan berterima kasih.
Atas semua yang Allah berikan.
baik menurut kita menguntungkan ataupun merugikan
baik menurut kita kesenangan ataupun kesusahan.
baik menurut kita enak ataupun tidak enak.

karena semua itu datangnya dari Allah.
Kesenangan adalah ujian.
kesusahaan adalah gemblengan.

ketika kita meminta pada Allah kebijaksanaan
Allah memberi kita masalah agar kita bijaksana.
ketika kita meminta pada Allah kekuatan.
Allah memberi kita musibah agar kita kuat.
Ketika kita meminta Pada Allah kemudahan.
Allah memberi kita kesukaran agar kita mencari solusi.
Ketika kita meminta Pada Allah kekayaan
Allah memberi kita kekurangan agar kita berusaha.

Allah memberi apa yang kita butuhkan
Bukan apa yang kita inginkan
Maka berbahagia lah orang-orang yg bersyukur.

“Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmah kepada Luqman, yaitu: Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur, maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (QS. Al Luqman : 31)

keluarga Bahagia
Semoga Bermanfaat.

]]>
http://kumara-energyshield.com/rss-comments/
Kisah Anak Bebek Dan Induk Ayam http://kumara-energyshield.com/?pg=articles&article=36560 http://kumara-energyshield.com/?pg=articles&article=36560 Mon, 31 May 2010 08:59:51 +0700 Kumara Asih NOTE TEH ELI http://kumara-energyshield.com/?pg=articles&article=36560 Kisah Anak Bebek Dan Induk Ayam

 

Suatu hari seekor induk ayam mendapati telurnya berganti warna dan ukuranya berbeda., Ini bukan telur-telur nya, tapi sebagai induk ayam yang mempunyai naluri kasih sayang mengerami maka telur-telur itupun dierami juga.Telur-telur itupun diberi kehangatan,diberi energi panasnya, menjadi energi kehidupan untuk embrio yang ada didalam telur.Walaupun lebih lama akhirnya telur-telurnya menetas,menjadi beberapa ekor anak –anak yang lucu-lucu yang sangat jauh berbeda denagn dirinya, tidak memiliki kemirifan satupun.Satu anaknya ditakdirkan tidakmenetas,tapi anak-anak yang lain memberi semangat padanya untuk memberi nafas kehidupan bagi anak-anak asuhnya untuk survival.

Maka diasuhlah anak-anak nya yang lebih mirif bebek dan tongki.Diajaknya anak-anak mengais rerumputan,mengoreh dedauanan kering yang menimbun menjadi kompos, dan mematuki pucuk-pucuk rerumputan.Anak-anak yg mash lemah itu mengikuti induknya yang terus mengajari bertahan hidup dan pelajaran berburu.Hari berganti, si induk ayam mengasuh ank-anak bebek itu, walaupun ternyata anak-anaknya sungguh berbeda dari sebelumnya. Mereka tidak suka tanah kering dan binatang-binatang renik, mereka lebih suka lari keair dan mencari cacing. Namun saat dia memanggil anak-anaknya yang sepertinya sangat bandel dan ngeyel, dengan sabar induk itu menunggui diatas air dan membujuk anaknya dengan makanan yang tetap saja walaupun dihampiri bebek-bebek itu tidak mau memakanya.Dengan bakat alamnya yang berbeda dengan induk ayam sibebek berhasil mendapatkan cacing-cacing dicomberan.Dan menikmati santapannya dengan sangat gembira.Sungguh kehidupan anak-anak yang awalnya sangat ricuh.

Hari berlalu anak-anak bebek itu diajari hidup didarat dan makanan darat, serta cara bertahan hidup didarat versi ayam.Bebek-bebek kecil mulai bisa menyesuaikan, namun tetap naluri seekor anak bebek selalu muncul dan menyusahkan induk ayam yang harus mengejar-ngejar anak-anaknya yang berlari menjauhinya, menuju air. Selain bakat yang diajarkan induk asuhnya bebek itu mengembangkan sendiri bakat yang dimilikinya walaupun tidak maksimal. Suatu hari setelah dewasa kelak, dia akan menemukan keberanian untuk meninggalkan duania ayam yang diajari induknay dan kembali kepada naluri seekor bebek, dengan bakat dan kemampuanya, walaupun ahrus memulai dari nol dan termasuk terlambat. Suatu pemebrontakan besar begi induka yam, karena anak-anak yang susah payah didiknya dengan cara ayam tetap saja menjadi seekor bebak.

Begitu juga dengan anak-anak kita. Walaupun orang tua berusaha menjadikanya sesuai yang kita mau, menyuruhnya dan menjejalinya dengan pendidikan dan pelajaran yang tidak diminatinya bukan ‘bakat’ dirinya , membentuknya sesuai dengan yang kita inginkan, maka jika tidak sesuai fitrahnya, sunatullah.., sesuai bakat dan kenginan sang anak, juga keinginan Allah yang telah ditetapkan pada anak kita berikut semua potensi –potensi yang Allah anugrahkan, maka anak kita akan memberontak sehingga kita akan merasa lelah dan menganggap anak kita anak yang nakal dan melawan. Padahal anak-anak hanya menuruti apa yang dianugrahkan Allah kepada dirinya dan mengikuti nalurinya. Maka jika kita tetap memaksakan bakat-bakat yang lain dan mendidik mereka melawan suantullah akan timbul tolakan dan pemberontakan.

Suatu ketika jika anak-anak sudah dewasa mereka akan memutuskan mengambil jalan hidup seperti yang digariskan NYA , walaupun harus mulai dari awal lagi ,dan itulah bekal dia hidup yang dicintainya, yang sesuai dengan kehidupannya. Sungguh sayang sekali jika kita mematikan potensi-potensi besar yang dimiliki anak denagn memaksakan keinginan kita, ambisi kita.Jadilakanlaha nak sesuai yang dirinya mau dan Allah inginkan.

Salam KELUARGA BAHAGIA
Eli Herlina

]]>
http://kumara-energyshield.com/rss-comments/
BELAJAR DENGAN KETERBATASAN http://kumara-energyshield.com/?pg=articles&article=36557 http://kumara-energyshield.com/?pg=articles&article=36557 Mon, 31 May 2010 08:50:50 +0700 Kumara Asih NOTE TEH ELI http://kumara-energyshield.com/?pg=articles&article=36557 Mendidik anak dan mengajari anak memang perlu biaya besar. Butuh sarana dan fasilitas yang memadai.Tapi jika itu memang tidak ada , haruskah kesempatan anak untuk mendapatkan haknya terabaikan ?
Tentu saja tidak ! kita bisa memulai dari apa yang ada dan dari apa yang disenangi anak, masuki jalur itu.

Belajar menulis misalnya jika anak tidak suka menulis dibuku atau memang karena tidak ada, bisa dilakukan dengan menulis ditanah, pasir atau papan, dengan pensil sebatang ranting kering,arang dan pecahan genteng.Hasilnya anak akan lebih bergembira dan semangat tanpa perlu dipaksa-paksa dan semangat belajarnya menggebu.Apalagi jika dilakukan sambil bermain -main dan santai tidak ada pemaksaan dan kekerasan.

Jika anak tidak bisa diam, tak perlu memaksanya untuk duduk terpaku seperti orang dewasa disekolah formal atau ruangan yang yang nyaman, tapi bisa sambil jalan-jalan, saat naik kendaran, bermain dialam terbuka dan menjelang tidur.Nyanyikanlah lagu-lagu, do'a dan hapalan surat maupun cerita tanpa memberikan kesan sedang belajar.Anak yang tidak mau sekolah tidak usyah dipaksa atau dimarahi, barangkali memang sekolah baginya sangat membosankan dan membuatnya merasa tertekan, jangan tekan lagi oleh kemarahan dan perlakuan kita yang memaksanya sekolah atau belajar ,karena anak akan merasa sekolah dan belajar itu sesuatu yang tidak menyenangkan dan membuatnya trauma.

Jika kita bisa mengajari anak-anak sendiri maka belajar bersama orang tuanya itu yang lebih baik,tak perlu mendengarkan apa kata orang bahwa anak kita anak yang malas dan tidak mau sekolah.Jika kita belum bisa, maka sebagai orang tua kita wajib belajar dan terus berusaha.

So,berusahalah terus menjadi orang tua yang baik buat anak-anak kita
Salam keluarga bahagia

]]>
http://kumara-energyshield.com/rss-comments/
Ajimat Contekan http://kumara-energyshield.com/?pg=articles&article=18459 http://kumara-energyshield.com/?pg=articles&article=18459 Tue, 22 Dec 2009 23:09:08 +0700 Kumara Asih Cerita Pendek http://kumara-energyshield.com/?pg=articles&article=18459

AJIMAT CONTEKAN

 

Hari ini ulangan  harian, hari masih pagi namun kelas Ku sudah sibuk, bukan menghapal tapi mencatat. Ada sih sebagian yang membaca tapi lebih banyak lagi yang sibuk mencari isi jawaban soal bocoran! Luar biasa!!!

“Kamu sudah bikin contekan?” Tanya farid teman dibelakangku.

“Contekan?” tanyaku tak mengerti,  meletakan tas di dalam meja.

“Iya, contekan!” tegas Farid nadanya agak kesal.

“Buat apa?” tanyaku masih heran, bukanlah ulangan ini sudah di umumkan minggu kemarin,  tentu cukup dong buat menghapal atau mempelajari walaupun masih banyak ulangan pelajaran lain dan juga  tugas-tugas yang membebani.

“ Ya buat jaga-jaga,tau! kalau bisa ya di isi sendiri, kalau kepepet baru di pake, gampang kan!! gitu aja kok repot” farid menirukan ucapan ulama terkenal yang jadi terkenal itu ucapan-ucapannya yang controversial.

“ Rasa itu gak perlu, kita kan udah cukup mempelajarinya dan memahami atau menghapalnya. Soal bisa dan ngga itu urusan nanti gimana terjadinya aja deh. Simple kan?” kataku, Farid ini aneh, dia repot banget kok bilang aku repot  sih. Padahal aku sih orangnya nyatai aza, mengalir seperti air, cuek.

“ Ah, lo! sok munafik banget sih ! si ustad aja yang juara kelas dan ketua ROHIS bikin contekan. Siapa sih elo? cuma anak baru yang tak pintar-pintar amat! Sok nasehatin segala”Farid berkata judes.

Lho kok marah? Aku tak bertanya lebih lanjut apalagi beradu argument. Tak ada waktu, jam pelajaran pertama sepuluh menit lagi, lagi pula sepertinya marah dan tak mau bicara lagi. Ia sibuk membaca contekannya itu. Aku harus melihat lagi pelajaran yang akan di  ulangankan, sekilas-sekilas saja, sekedar menguatkan memori.

Seminggu kemudian aku bertandang ke rumah Andri, atas ajakannya sebagai teman baru dan sebangku, aku juga ingin tahu diman rumahnya dan kenal lebih dekat.

“ Kamu udah bikin contekan buat ulangan besok San,” Tanya Andri mengingatkan Aku pada perdebatan dengan Farid dan kebiasaan kelas baruku atau mungkin kebiasaan seluruh kelas-kelas disekolahku?

“Contekan apa maksudmu?” tanyaku santai, walaupun kaget karena ucapannya, Farid ada benarnya tapi aku berusaha tak menilai duluan, dan berbaik  sangka saja.

“ Contekan itu… rangkuman! Ya, rangkuman. Dulu waktu SMP guru favoritku supaya cepat hapal pelajaran kita harus sering bikin rangkuman. Dalam catatan kecil, praktis dan mudah di ingat dan di bawa.” Kata Andri mengarahkan pikiran ku ke jawaban positif.

“ Begini dalam proses perangkuman itu kita kan membaca, nah satu point menghapal pelajaran dalam proses membaca itu di dapat, lalu proses menuliskannya berarti sudah dua kali  proses penghapalan di otak, belum lagi sesudahnya dapat dibaca berulang-ulang kapanpun dimanapun karena kertasnya kecil mudah dilipat dan dibawa-bawa kemana-mana. Satu buku paling Cuma setengah lembar dipanjangkan kertas folio. Jadi tanpa sadar tanpa sadar kita melakukan proses penghapalan, penyimpanan menori. Anak yang malas belajarpun paling tidak telah membuka dan mengingatnya dua kali.” Jelas Andri karena aku masih terdiam.

Argumen Andri sih bolehlah, aku masih bisa menerimanya, bagus memang.

“Lalu setelah itu contekannya di buangkan?” kataku

“Tentu saja tidak. Ada satu hal lagi yang harus kita ingat selain kemampuan, orang berhasil karena rasa percaya diri yang tinggi atau sugesti yang kuat. Maksud aku, kita harus punya sugesti bahwa kita bisa ingat dan tenang itulah, kertas ini dibawa disimpan disaku sebagai pegangan. Untuk menambah rasa percaya diri, ketenangan . Sugesti saja. Tak dicontek kok, cuma pegangan saja.” Jelas Andri. Hm, masuk akal, teknik  dan taktik yang bagus, Andri memang anak yang pintar dan mungkin cerdas. Tapi mungkin ada satu hal yang aku rasa tidak sreg dihati, tak sependapat soal kata ‘pegangan’ yang terakhir. Aku ingin mengemukan argumenku.

“ Tapi kan itu sama saja berniat curang lagi pula ada aturan sekolah yang melarang menyimpan atau membaca buku atau contekan apapun kedalam kelas.”

Itu kan Cuma formalitas aja. Lagi pula mana pernah sih guru segitu kilernya sampai menggeladah pakaian segala. Lagi pula kita tak pernah menyontek atau berniat curang, percayalah. Aku juga tau dosa dan aturan” Andri menutup pembicaraan dengan mengajak aku makan.

Aku tak meneruskan pemikiran ku, masak silaturahmi di isi dengan debat sih. Lagi pula aku anak baru disekolah, mengenal Andri belum lama baru tiga minggu tak pantas atau sok nasehatin pada teman baru bisa-bisa jadi masalah.lagi pula andri tampaknya yakin apa yang dilakukannya itu benar. Tidak ada yang salah. Andri kan anak juara kelas bertahan, walaupun jarang nanya, debat, atau menjawab ke guru. Andri selalu mendapat nilai tertinggi, Tugas-tugasnya pun selalu mendapat nilai terbaik. Lagi pula dia juga dijuluki ustad di sekolah karena rajin shalat, rajin mengaji, Ketua ROHIS dan menguasai hapalan hadis,  hapalan Qur’annya banyak dan jago fiqih. Masa sih Aku tak percaya pada alim ulama sekolah seperti dia?

Mengenal Andri, teman? Sekelas dan siswa sekolah baruku semakin lama semakin banyak yang ku tahu dan memang banyak perbedaan. Aku orannya nyatai, jarang menghapal cukup memperhatikan apa yang diterangkan oleh guru memahaminya lalu tersimpan di memori dengan kuat. Menghapal dirumah tak pernah ku lakukan seperti Andri atau yang lainnya. Paling- paling membaca dan mengingat-ingat pemahaman. Setelah itu aku santai saja ulangan gimana nanti bukan nanti gimana. Berjalan saja seperti biasa serasa tak ada ulangan harian baik Midtest ataupun UAS. Aku tak terlalu mengejar nilai. Yang penting bagiku aku paham dan bisa berdiskusi aktif dengan guru. Aku bisa mendapat semua ilmu dan bebas berpendapat. Makanya tak heran, nilai ulangan tak terlalu bagus, karena jawaban yang diberikan tak sama dengan yang dibuku atau kata-katanya tak sama persis. Walaupun maksud dan tujuannya sama tapi cara penulisannya adalah gayaku, pemikiranku, Essay atau isian kebayakan gurukan ingin sama persis yang dibuku, tak boleh beda sekata atau kalimat pun apalagi ada pemikiran dan pendapat pribadi, berate X atau salah semua.

Setahun telah kulewati disekolah yang baru tibalah Ujian Akhir Sekolah yang menjadi penentuan setiap siswa untuk lulus dan tidak. Tiga tahun ditentukan tiga hari dengan 3 Mata Pelajaran UAN, padahal ada banyak pelajaran yang diberikan di sekolah ini lebih dari tga belas. Dan setiap anak anak berbakat di masing-masing pelajaran atau dibidangnya karena setiap anak adalah unik, bukannya di matematika, Bahasa dan IPA, sementara target nilai UAN terlalu tinggi, tiap tahunnya dipatok pemerintah berbeda dengan di lapangan yang tiap sekolah memiliki kulitas gedung, peralatan, guru dan kreatifitas belajar yang berbeda. Ada yang tinggi, rendah seadanya, kekurangan dan kelemahan. Bagaimana dengan anak yang sangat cerdas di bidang musik atau olahraga misalnya? Apakah mereka bisa disebut bodoh? Sementara orang yang cerdas matematika dan logika, bahasa  serta pelajaran eksakta atau mata pelajaran yang di UANkan belum tentu  bisa dibidang musik dan olah raga. Sementara orang banyak yang berhasil di masyarakat apakah yang jago pelajaran itu atau lulus dengan nilai tertinggi?  Karena ada kecerdasan emosi dan Spritual yang mereka miliki yaitu pandai bergaul dan manajemen Emosi diri sendiri dan orang lain  dari pada hanya mengadalkan IQ. Lagi pula IQ, EQ dan SQ harus disatukan tidak dipisah-pisahkan, begitu juga semua pelajaran harus dihargai semuanya dan sesuai dengan bakat dan minati sehingga dia menjadi seorang yang sangat ahli. Bukanlah yang digabungkan lebih sempurna dan kuat karena saling mendukung dan membantu. Ah! kepanjangan mikirnya yang penting saat ini aku harus santai, tenang, yakin dan pasrah. Persiapan udah, berdoa udah tinggal ihklas menjalani semuanya.

Ini hari kedua UAN, aku sempat melihat Andri di bawa guru ke kantor saat jam Ujian sudah di mulai. Entahlah apa sebabnya karena aku dan Andri beda ruangan. Sampai hari ketiga aku tak sempat ketemunya dengannya, sibuk. Dan setelah ujian selesai, hari kebebasan, yang sebenarnya hari berdebar-debar dan harap-harap cemas bukan bebas dan tenang seperti kebanyakan mereka bilang telah selesai ujian. Belum tentu mereka bebas selamanya dari sekolah karena telah lulus. Bisa saja dia harus mengulang setahun atau ikut paket C? atau selamanya gagal kerja atau masuk UMPTN dan orang yang menanggung malu. Apakah ini kebebasan? Tidak bukan. Tapi ah memang aku juga merasa lega dan tenang dan bebas setalah habis berkutat memeras otak. Alhamdulilah, urusan lulus tidak jangan di pikirkan, nanti stress lebih baik refresing. Main atau silaturahmi?

Tak disanggka Andri main duluan ke rumah.

“ Kamu benar San bahwa kita jangan mengantungkan diri pada contekan.” Kata Andri.

Aku mendongak, serius.

“memangnya kenapa?” tanyaku.

Andri menceritakan bahwa dia di geladah oleh pengawas killer dari sekolah lain yang sentimen sok sesuai dengan aturan. Ada kertas contekan di sakunya yang lupa di simpan di tas diluar kelas, karena Andri membukanya sebelum masuk ujian kedalam kelas. Tak ayal Andri di siding di pokja ujian setelah mendapat penjelasan Andri, jaminan dari pihak sekolahnya dan dimarahi sebentar serta menandatangani surat perjanjian dan laporan Andri di bolehkan mengikuti ujian. 15 menit dibuangnya, karena kesalah yang tak disengaja Andri tak sempurna menjawab soal-soalnya. Waktu yang mepet dan kondisi yang shok. Padahal hari itu pelajaran matematika yang paling di sukainya, kecewa dan menyesal karena tak puas menjawab semua soal dengan tenang dan lancar.

“ Kan aku sudah bilang kalau apapun yang kita lakukan besar atau kecil salah atau benar pasti ada resikonya. Apalagi itu perkara subhat, maaf lho… bukan maksud aku mengguruimu. Cuma mengingatkan.”

“ Iya san, makasih atas nasihatmu, aku saja yang terlalu benar sendiri. Sombong. Memang benar seperti yang kamu katakana kalau kita jangan terlalu menggantungkan diri pada selembar atau atau secarik kertas apalagi di jadikan pegangan, kita jadi lupa karena seharusnya berpegang.”

“ Kalau membuat contekan atau rangkumannya sih aku setuju saja. Its oke gak masalah. Tapi itu loh… menjadikannya pegangan di bawa kesekolah sebagai sugesti untuk menambah rasa percaya diri dan ketenangan. Tanpa sadar kita sudah menjadikan barang itu sebagai Ajimat. Pada hal kita hanya boleh menggantungkan diri, berpegang dan berharap pada Allah saja, bukan pada kertas kecil yang memberi ketanangan tapi berserah pada Allah lah. Tanpa kita sadari kita sudah melakukan syirik kecil, padahal sekecil apapun syirik tak boleh ada dan memberi kesempatan di dalam hati kita, karena itu sama saja dengan mentuhankan  contekan bukan Allah lagi Tuhannya. Begitu maksudku dulu.”

“ya Aku mengerti. Aku baru sadar semua kebenaran ucapanmu. Aku takabur jadinya malah begini, syirik dan nilai ku ancur berantakan. Tak tau deh.”

“sudahlah kamu yang sabar. Jangan terlalu mementingkan nilai yang penting kamu paham dan mendapatkan ilmunya, bisa-bisa tuhan kamu lagi-lagi jadi nilai deh. Yang penting kamu mendapatkan suatu pelajaan bahwa mentuhankan nilai itu tidak baik sampai dengan membuat cara menghapal yang tak disadari membuat kamu jadi mentuhankan contekan, itu adalah Hikmah yang besar dari Allah”.

  Alhamdulilah San, lagi-lagi kamu memberi Aku peringatan dan pelajaran berharga. Memang kamulah sahabatku, seorang sahabat sejati yang tak hanya menjadi teman belajar dan bermain tapi juga menjadi penuntunku. Aku tenang dan lega sekarang, tak peduli nilaiku jeblok yang penting Aku tak sersesat di jalanNya.” Lagi-lagi Andri seperti terhenyak oleh kata-kataku.

Syukur alhamdulilah kamu mengerti semuanya. Tapi jangan terlalu berlebihan memujiku dong. Aku takut jangan-jangan aku jadi  riya lagi”

Andri menatapku tersenyum aku membalasnya. Andri dan Ihsan, dua sahabat baru namun sudah saling memberi arti.

 

Sukajaya, Langit sore 27 Me 2009

Kumara Asih

 

 

]]>
http://kumara-energyshield.com/rss-comments/
BERHALA EMOSI 2 http://kumara-energyshield.com/?pg=articles&article=18019 http://kumara-energyshield.com/?pg=articles&article=18019 Fri, 18 Dec 2009 19:10:25 +0700 Kumara Asih Catatan Kang Tedi http://kumara-energyshield.com/?pg=articles&article=18019

// -->

BAB III

BERHALA EMOSI

 

Mungkin anda bertanya apa maksud dan berhala emosi. berhala adalah sesuatu yang yang kita sembah dan sesuatu yang kita agung-agungkan dan kita prioritaskan dalam bahasa agama disebut dengan tuhan atau ILLAH. Dalam hal ini memperturutkan emosi atau hawa nafsu yang hanya  cendrung kepada kesenangan. Ya benar, Titik tolak semuanya adalah manusia yang selalu mencari kesenangan, kesenangan dan kesenangan atau  sesuatu yang enak-enak.  Dan suatu kesenangan bila diperoleh tidak akan pernah puas. Dengan diumbarnya emosi maka secara langsung kita sudah mempertuhan hawa nafsu. Sesuai dengan firmannya :

 

“Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?,(QS:Al-Furqaan:43)

 

Berhala atau tuhan wujudnya bisa nyata atau bisa juga abstrak. Inilah pertanyaan yang pertama kali ditanyakan di akhirat yaitu Siapa Tuhanmu? Bukan apa Tuhan mu? Kalau ditanya siapa tuhan kita, pasti semua bisa menjawab bahkan anak yang baru Sekolah dasar pun bisa menjawabnya yaitu Allah SWT, tapi apakah benar tuhan kita Allah ataukah yang lain. Jangan-jangan kita sudah tidak menuhannkan  Allah lagi. Inilah kalimat yang  pertama diucapkan dalam deklarasi sahadat kita yaitu kita mengucapkan Tiada Tuhan selain Allah. Semua gerak dan tindakan kita harus bernilai ibadah termasuk juga dalam hal emosi ini, dimana titik tolak semua perbuatan adalah dalam pengendalian emosi ini harus sesuai dengan yang yang di ridhoi Nya dan bernilai ibadah, dimana ibadah semua yang kita lakukan, ucapkan dan pikirkan harus semata-mata karena Allah tanpa  syarat dan pamrih apapun. Sesuai dengan tujuan Allah menciptakan manusia yaitu :

 

“Tidaklah aku ciptakan Jin dan Manusia melainkan supaya mereka mengabdikepada-KU(QS: Adz-Dzaariyaat:56)

 

Supaya mudah mari kita bahas definisi tuhan itu sendiri, sebetulnya definisi tuhan adalah sesuatu yang…., jadi definsi tuhan itu banyak sekali kita bahas lima saja dahulu mungkin dilain kesempatan bisa kita kaji lagi :

 

a.             Sesuatu yang kita cintai.

b.             Sesuatu yang di taati

c.             Sesuatu yang ditakuti

d.             Sesuatu yang diprioritaskan

e.             Sesuatu yang mampu memaksa kita melakukan sesuatu yang tidak sukai

 

Apakah benar yang kita cintai adalah Allah? Ataukah yang lain? Seperti penjelasan sebelumnya bahwa  cinta adalah perasaan senang atau ingin disenangkan atau perasaan memiliki dan ingin memiliki. Apakah harta, anak, istri, kekuasaan yang membuat anda senang dan membawa ketenangan, sehingga dalam hal mencari harta anda menghalalkan segala cara, jadi sudah jelas bahwa tuhankan kita bukan Allah lagi tapi yang lain. Apakah ada merasa kikir dan bakhil terhadap harta kita. Dan mengapa bila Allah mengambil  harta kita, anak-anak kita dan pasangan kita anda bersedih atau merasa kehilangan kalau kita benar-benar mencintai Allah. Bencilah apa yang Allah benci, cintailah apa yang Allah cintai kalau kita benar-benar mentuhankan Allah.

Begitu pula apa yang kita taati dan ditakuti apakah benar-benar Allah. Takutkah kita akan kemiskinan, takutkah kita menghadapi masa depan. Bila punya Materi senang, bila Materi hilang kita berkeluh kesah dan putus asa. Oh, ternyata kita sudah tidak bertuhankan Allah lagi. Apa yang kita prioritaskan apakah Allah atau yang lain. Dan apakah semua amal kita yang kita lakukan karena terpaksa atau karena betul ikhlas.

Karena kita memperturutkan hawa nafsu atau emosi kita bisa berakibat munculnya penyakit hati, yang bila sudah diderita manusia efek sangat berbahaya bagi masayarat atau orang disekitarnya seperti firman Allah :

 

 “Apakah (ketidak datangan mereka itu karena) dalam hati mereka ada penyakit, atau (karena) mereka ragu-ragu ataukah (karena) takut kalau-kalau Allah dan rasul-Nya berlaku zalim kepada mereka? Sebenarnya, mereka itulah orang-orang yang zalim.”(QS:An-Nuur:50)

 

 “Dalam hati mereka ada penyakit[23], lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta”(QS:Al-Baqarah:10)

 

Seperti yang dijelaskan pada ayat diatas mereka berbuat zalim dan melampaui batas disebabkan mereka berdusta, terutama berdusta pada dirinya sendiri, sehingga mereka diberi siksaan yang sangat berat di dunia apalagi di akhirat nanti yaitu di dunia berupa penderitaan bathin dan psikologis disebabkan mereka mempeturutkan emosinya. Di bawah ini contoh-contoh penyakit hati :

 

a.         Sombong

 

“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.(QS:Lukman:18)

 

 

“Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia niscaya berpalinglah dia; dan membelakang dengan sikap yang sombong; dan apabila dia ditimpa kesusahan niscaya dia berputus asa.”( QS: Al-Israa’:83)

 

Adalah perasaan yang membangga-banggakan diri. manusia bila mendapat kesenangan akan sombong, karena dibalik kesombongan itu ada kesenangan, contohnya punya rumah megah kita lihat orang memuji, membicarakan dan membuat orang iri, merasa diri paling beruntung, ingin berbeda dari orang lain,   itu ada sebuah kesenangan tersendiri. Hati-hatilah.

 

b.         Putus asa dan pasrah.

 

 “Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia niscaya berpalinglah dia; dan membelakang dengan sikap yang sombong; dan apabila dia ditimpa kesusahan niscaya dia berputus asa.”( QS: Al-Israa’:83)

 

Perasaan menyerah terhadap keadaan. hati-hatilah putus asa juga sebuah kesenangan. Kenapa disebut sebuah kesenangan karena dengan putus asa muncul sikap diam diri tak mau berusaha karena gak-gak mau yang susah-susah. Karena berusaha dan sabar itu tidak enak,  maka cari aman saja dengan berdiam diri sambil bersedih dan meratapi nasib. Tinggal salahkan saja keadaan bahkan Allah juga ikut di salahkan  Simple bukan. Padahal  Allah tidak akan merubah nasib kalau kita tidak mau merubahnya sendiri.

 

c.    Dengki dan dendam

 

“Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”(QS:An Nisaa’:32)

 

Adalah perasaan merasa teraniaya karena merasa diri benar dan selalu mementingkan egonya karena diri terlalu mencintai diri sendiri. Dan iri hati karena atas nikmat yang Allah berikan kepada yang lain. Dengki yang berkepanjangan menimbulkan dendam. Dan ternyata dendam juga sebuah kesenangan, karena kesenangan pada prinsipnya ingin kita selalu di ingat-ingat dan di ulang-ulang kenikmatannya, sehingga merasa diri paling teraniaya. Contohnya bila kita menyukai makanan yang enak-enak di suatu rumah makan, cendrung di ingat-ingat dan ingin diulang lagi kenikmatannya. Padahal untuk berusaha memaklumi orang lain itu sulit dan susah makanya cara yang aman dan gampang saja.  padahal segala sesuatu itu datangnya dari Allah baik yang enak atau pun tak enak,  Hati-hatilah

 

d.      Riya

 

“Dan (juga) orang-orang yang menafkahkan harta-harta mereka karena riya[297] kepada manusia, dan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan kepada hari kemudian. Barangsiapa yang mengambil syaitan itu menjadi temannya, maka syaitan itu adalah teman yang seburuk-buruknya.”      (QS:An Nisaa:38)

 

Perasaan yang selalu haus akan pujian. Mengapa manusia pingin dipuji karena pujian tanda kehebatan diri. Mengapa pujian tidak lakukan ketika manusia melakukan kesalahan karena kesalahan adalah kelemahan diri. Dan kesalahan perlu alasan, ketika alasan kita tidak diterima,  maka kita akan bilang manusiawi, karena kesalahan harus terlihat wajar. Layakah manusia haus pujian, karena pujian ada kesenangan, kesenangan karena merasa diakui kehebatannya, kesuksesannya, kesalehannya dsb. Hati-hatilah. Karena segala Pujian hanya milik Allah saja.

 

e.      Buruk sangka

 

“Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran[690].Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.”(QS:Yunus:36)

 

Adalah perasaan pikiran jelek terhadap sesuatu. Baik kepada sesama manusia atau pun kepada Allah. Buruk sangka adalah kesenangan, kesenangan karena tak mau  berpikir. Karena untuk mencari kebenaran perlu berpikir, sedangkan berpikir  adalah kesusahaan dan memerlukan waktu dan tenaga. Maka kita cari yang gampang-gampang saja. Dan kebenaran itu perlu pembuktian dan penelitian, dan itu adalah kesusahaan dan kesulitan.

 

Semua penyakit hati ini pada pakalnya adalah sifat manusia dari yang selalu mencari kesenangan yang terlalu memperturutkan hawa nafsunya. Padahal semua kesulitan dan kesusahan adalah gemblengan agar  kita kuat menghadapi kehidupan ini, dan sebagai wujud kasih sayang Allah.

]]>
http://kumara-energyshield.com/rss-comments/
SAYAP PATAH 2 http://kumara-energyshield.com/?pg=articles&article=17258 http://kumara-energyshield.com/?pg=articles&article=17258 Fri, 11 Dec 2009 01:39:28 +0700 Kumara Asih Cerita Pendek http://kumara-energyshield.com/?pg=articles&article=17258



 

 

 

, “Aaaaa……..!!! !” mobil  sedan  keluaran terbaru itu terpental, kaca depan berhamburan dan badan Rum….badannya  terlempar keluar.

Hehhhh!! Rum tersentak tiba-tiba dari tidurnya. Nafasnya memburu dengan gemetar dinyalakannya lampu meja. keringat mengucur di dahinya. Rum menghela nafas dan mengusap rambutnya yang basah.

Jemari lembut itu menggerakan tungkai roda, perlahan menggelinding kearah kelasnya diiringi tatapan siswa siswi lain dengan berbagai perasaan  dan pikiran yang berbeda

Ada yang kasihan ada uyang biasa biasa saja. Ruma tak suka diperlakukan seperti itu dia adalah….Harum Sang Bintang yang tidak pantas untuk dikasihani. Dia paling benci bila  orang yang mengganggapnya tak berdaya

“ Rum ?!... heii!! Kenapa tidak nagasih kabar kalau hari ini akan sekul?” FDea memburunya dengan wajah gembira. Sissy mengikutinya dengan mimik yang sama.

Iya …duh Rum…. Kita seneng banget lo dah kembali sekolah. Kalao kita tau dari awal pasti kita nyiapin buat nyambut lo,” sissy mendorongnya.

Rum hanya tersenyum kecut.

Rum ternyata disambut baik oleh teman-teman sekelas dan guru-guru disekolahnya. Mereka sangat ramah dan terkesan berlebih lebihan. Semua kemudahan diberikan, Rum tak suka itu,dia merasa hidupnya tak bisa apa-apa lagi tak berrguna. Dia hanya dianggap beban bagi orang lain dan layak mendapatkan secuil rasa kasihan seperti kepada penyandang cacat atau pengemis jalanan yang sering dia sinisi karena kotor dan joroknya. Dia merasa keramahan mereka palsu, hanya karena kasihan padanya yang cacat. Dan Rum sangat benci dikasihani. Mungkin kalau dia tidak seperti ini sikap mereka lain lagi. Rum  menghindari kebaikan teman-temannya yang terasa seperti di buat –buat. Dan tidak semua orang suka dengan berbagai kemudahan yang mereka peroleh yang sebenarnya tidak mereka harapkan  Rum berubah jadi sinis dan mudah tersinggung.Dua sahabatnya tak bisa berbuat apa-apa. Mereka  sedih Rum menjadi seperti itu. Mereka mencoba maklum mungkin Rum masih trauma dan belum bisa menerima kenyataan, juga kekhawatiran akan kesembuhan kakinya dimasa yang akan datang dan masa depannya.mereka berharap sahabatnya bisa kembali seperti dulu main bareng, ngerjain PR, baca, jalan bareng, karena walaupun mungkin….Rum tak bisa berlari bersama lagi…..renang dan menyusuri Mall sambil kejar-kejaran ……karena mereka memang genk yang rame n gokil, karena …… Rum harus dikursi roda. Untuk sementara ataupun  selamany.Mengingat hal itu mereka pun jadi sedih.

Seorang gadis berjilbab membuka pintu serambi belakang menatap gadis remaja termenung diatas kursi roda ditepi kolam. lalu gadis itu mengucapkan salam.

“Semua sudah terjadi,tak ada gunanya kau kesini. Aku tak butuh dikasihani.aku tak sudi…..” kata yang suara penuh penolakan.

“Semua keramahan palsu. semua perhatian bohong kalian lakukan karena aku cacat. Aku lumpuh ” suara yang datar tapi menahan emosi .”Apa yang bisa aku lakukan dengan kaki yang lumpuh selain dikasihani?” lanjut Rum masih dengan sinis.

Gadis berjilbab itu mengurungkan niatnya untuk memeluk dan mencium Rum.

“Kau salah. Kami tak pernah kasihan padamu, semua yang kami berikan karena kewajiban dan cinta. Kewajiban dengan cinta…. Kamu pikir orang kasihan padamu karena kamu cacat ? sesungguhnya kau sendiri yang mengharapkan dan membuat orang menaruh kasihan padamu. Dengan sikapmu apa orang akan  bisa menghargaimu bukan karena rasa kasihan dan hanya menganggap kamu beban yang tak berguna dan tak pantas untuk dibanggakan? Sekarang tinggal pilih…..orang kasihan padamu karena kau lumpuh atau orang menghargaimua karena kau pantas untuk dihargai?........”

Rum menatap gadis itu perlahan. Indah mnamanya,kakak satu satunya yang dikucilkan keluarga karena dianggap pembangkang karena keputusannya untuk memilih kuliah di Bandung pada institut islam negeri dan pesantren daripada menuruti keinginan sang papa untuk kuliah di swasta termahal atau kuliah di aussey yang kelak diprsiapkan untuk menggantikan sang papa mengelola perusahaannya. Rum menatapnya menelusuri wajah polos itu mencoba mencari tahu apa yang dipikirkan gadis itu ,wajah itu  biasa saja tak ada kesan kasihan atau pun menghina .

“Apa yang bisa aku lakukan dengan kaki yang lumpuh?” Tanya Rum akhirnya.

“ Rum…adiku…sayang, kamu  Masih bisa melakukan banyak hal dengan apa yang kau miliki , masih bisa duduk,masih bisa menulis dengan dengan tanganmu ,masih bisa melihat dengan matamu, masih bisa mendengar dan berbicara. Kenapa kau anggap itu kiamat? Seharusnya kau bersyukur masih punya kaki untuk dihiasi sepatu ,punya anggota badan yang utuh,keluarga kaya yang menyayangi…punya teman dan sahabat,masih bisa sekolahdan masih punya segalanya.dan yang terpenting adalah kau masih bisa memiliki hati atau otak untuk menjalani hidupmu dan masih punya perasaan……..,kenapa tidak kau gunakan nurani mu…..?”

Rum kembali menatap gadis itu begitu bersih dan tulus tak ad kesan merendahkan ,tidak juga meremehkan atau merasa puas dengan keadaannya. Tapi kesan yang menganggapnya sama seperti manusia normal lainnya, menatap matanya yang dia temukan adalah ketulusan. Rum merasa menemukan kedamaian dihatinya.Rum akhirnya tersnyum gadis yang berdiri didepannya juga terseyum…..serasa dunia berubah begitu indah……..

 

 

]]>
http://kumara-energyshield.com/rss-comments/
JENIS-JENIS EMOSI http://kumara-energyshield.com/?pg=articles&article=16824 http://kumara-energyshield.com/?pg=articles&article=16824 Mon, 7 Dec 2009 16:00:05 +0700 Kumara Asih Catatan Kang Tedi http://kumara-energyshield.com/?pg=articles&article=16824

//-->

BAB II

JENIS-JENIS EMOSI


Pembagian jenis emosi menurut ilmu psikologi ada bermacam-macam tapi di sini kita bahas yang umum-umum saja yang masyarakat sudah biasa di kenal. Sudah kita ketahui bahwa Allah menciptakan segala sesuati baik di langit dan bumi selalu berpasang-pasangan. Contohnya ada baik, ada buruk, ada benar ada salah, ada siang dan ada malam. Semua yang Allah ciptakan berpasang-pasangan ini agar terjadi keseimbangan alam dalam bahasa agama disebut dengan“ Tawajun” sebab dengan keseimbangan ini oleh para ahli disebut dengan istilah Zero/nol . Begitu juga dalam masalah emosi Allah ciptakan berpasang-pasangan ada emosi positif ada emosi negative dan ada keseimbangan antara emosi negative dan positif yang disebut dengan Zero Mind.  Pendefinisian positif dan negatife ini tindak dalam kaca mata mana yang paling baik dan buruk karena kedua  emosi ini dibutuhkan, justru yang harus di cari adalah bagaimana mewujudkan keseimbangan antara kedua emosi itu. Seperti sebuah neraca/timbangan,  dimana disebut seimbangan bila antara jumlah keduanya adalah sama. Bila salah satu lebih berat kepada yang lain maka itu disebut dengan tidak seimbang. Seperti dalam firman Allah dalam Surat Al-Mulk ayat 3:

   Artinya : “ Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?”  

Begitu juga dalam hal emosi bila kecendrungan emosi ini timpang atau tidak seimbang tidak perduli kepada yang positif atau yang negatif. Ketidak seimbangan ini bila terjadi dalam waktu lama akan menyebabkan gangguan emosional yang tidak stabil yang menyebabkan tingkat stress yang tinggi dan dalam jangka waktu lama  dapat menyebabkan krisis kepribadian.  

Oleh karena itu tujuan penulisan buku ini adalah agar potensi emosi negatif dan positif dalam keadaan seimbang. Keseimbangan emosi ini lah yang sebenarnya di ajarkan Islam melaui Al-qur’an dan contoh-contoh aplikasinya yang di praktekan oleh jungjungan kita Nabi Muhamad SAW melaui hadist atau sunnahnya baik beliau contohkan berupa ucapan atau ajaran atau pun melalui keteladan. Karena jenis emosi  banyak sekali bahkan ada seorang ahli menyatakan ada puluhan bahkan mungkin lebih. Tapi penulis menyajikan emosi yang dominan dan pokok dimana emosi ini bisa berpengaruh atau menjadi jenis-jenis emosi yang lain yang merupakan kembangan dari emosi ini.

Seperti sudah dijelaskan sebelunya bahwa emosi terbagi tiga yaitu emosi Positif, negatif, dan Zero yang merupakan keseimbangan antara dua emosi itu tadi. Seperti table di  bawah ini :

POSITIF

ZERO

NEGATIF

Senang

Bahagia

Susah

Cinta

Ikhlas

Benci

Gembira

Syukur

Sedih

Berani

Tenang

Takut

Sayang

Sabar

Marah

           

Mari kita bahas emosi positif dan negatif saja untuk emosi Zero kita bahas pada Bab selanjutnya tentang manajemen pengendalian Emosi :

 

a.         Senang dan susah

“Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia niscaya berpalinglah dia; dan membelakang dengan sikap yang sombong; dan apabila dia ditimpa kesusahan niscaya dia berputus asa.”( QS: Al-Israa’:83)

Ayat diatas seperti penjelasan sebelumnya bila sifat manusia memiliki kecendrungan  salah satu sifat dengan yang lainnya lebih dominant akan mengakibatkan ketimpangan atau gangguan emosional yang cukup parah. Itulah sifat manusia bila mendapat kesenangan dia sombong, bila ditimpa kesusahan dia putus asa.

Timbul pertanyaan sebetulnya kesenangan dan kesusahan itu apa sih. Sebetulnya senang dan susah adalah masalah permainan pikiran atau persepsi kita. Kesenangan atau kesusahan adalah pikiran kita yang masih di belungggu oleh kacamata untung rugi, benar atau salah, baik dan buruk. Kita mengganggap itu sebuah kesenangan bila menguntungkan kita dan menganggap kesusahaan bila itu merugikan kita, Kita mengganggap itu sebuah kesenangan bila membenarkan  kita dan menganggap kesusahaan bila itu menyalahkan kita, Kita mengganggap itu sebuah kesenangan bila baik untuk kita dan menganggap kesusahaan bila itu buruk untuk kita.

Bila kita bisa melepaskan belenggu tadi itulah yang disebut dengan bahagia tadi. Sebab kadang persepsi kita tadi boleh jadi yang menurut kita baik belum tentu di mata Allah. yakinlah bahwa semua pemberian Allah baik menurut kaca Mata kita menguntungkan atau merugikan adalah kebaikan kita seperti dalam Firman Allah Surat Al-BAqarah ayat  216:  

Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”

Yakinlah kesenangan itu adalah sebuah ujian bagi kita dan kesusahaan itu adalah gemblengan buat kita supaya  hidup kita lebih baik. Seperti dalam Firmannya :

“ Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar[1031].”(QS:An-Nuur:11).

Kita harus paham bahwa hidup kita adalah untuk beribadah dalam arti semua tindakan atau amal-amal kita hanya semata-mata kepada Allah saja tanpa pamrih dan syarat apapun bukan untuk mencari kesenangan, kalau hidup kita hanya untuk mencari kesenangan, maka tuhan kita sudah berganti bukan Allah lagi melainkan sebuah kesenangan. Juga  yakinlah dan pahaminya bahwa hidup kita di dunia hanya sementara saja dan ada yang lebih baik dari sebuah kesenangan.

Seperti dalam Firman Allah Surat Al-An’aam 32
“ Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka[468]. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?”

Ada ciri sesuatu itu adalah sebuah kesenangan yaitu sesuatu  yang di inginkan, bila yang diinginkan diperoleh dia senang dan bila tidak diperoleh dia merasa kesusahan. di inginkan. Jadi bisa disimpulkan bahwa kesenangan adalah sessuatu yang diinginkan . Untuk apa kesenangan yang dinginkan  itu bila sudah di peroleh :

1.         Untuk dinikmatinya

2.         Di ingat-ingat  

3.         Untuk diambil Manfaatnya

4.         Untuk diulanginya kembali

Kesenangan hidup didunia dalam Al-quran dalam surat Al-Imran ayat 14 :

 

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak[186] dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).”

 

“Dan kesenangan-kesenangan yang mereka menikmatinya,(Qs:Ad-Dukhaan:44)

 

Ayat diatas menjelaskan  beberapa  kesenangan yang  di inginkan manusia adalah wanita/pria, anak dan harta yang banyak. Karena  ketiga kesenangan itulah  yang selalu ingin kita peroleh untuk dinikmati, diambil manfaatnya dan diulang-ulang kenikmmatinya bila ketiganya tidak kita peroleh maka kita akan merasa kesusahan..

 

b.  Cinta dan benci

Dua kata ini dikenal tapi banyak orang tak memahami akan kedalaman esensi cinta itu. Cinta adalah salah satun emosi dasar manusia, cinta  adalah salah satu emosi dan dimana  emosi itu adalah sebuah perasaan . Cinta yang dibicarakan disini bukanlah cinta dalam arti yang hakiki karena cinta yang hakiki adalah milik Sang Pemilik Cinta itu sendiri yaitu Allah SWT. Tapi ada setets cinta yang benar yaitu cinta yang dilandasi ketulusan yang akan kita bahas pada bab manajemen pengendalian emosi.

Emosi cinta, apa yang dirasakan dan bentuknya   seperti apa sih cinta itu. sebenarnya   Cinta adalah perasaan senang dan ingin disenangkan cambur baur dengan perasaan memiliki dan ingin memiliki. Hal apa saja yang membuat manusia senang dan ingin dimilikinya, yaitu harta, anak, wanita, kekuasaan. Seperti firman Allah :  

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak[186] dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).”(QS:Al-Imran:14)

 “Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”(Al-Imran:26)  

Perasaaan senang dan memiliki inilah yang disebut cinta . Contohnya cinta pada lawan jenis, merupakan perasaan ingin disenangkan oleh pasangan kita, dan pasangan kita adalah milik pribadi yang harus menyenangkan, pasangan yang tidak menyenangkan di benci, di musuhi dan dicemburui. Kitalah yang selalu benar, dan pasangan yang salah, merasa harus dipentingkan, dihargai, dan didahulukan dari apapun dan siapapun. Ketika pasangan kita memaksakan kehendak pada kita, sedangkan kita kalah daya dan kuasa maka orang lain lah yang disalahkan sehingga menimbulkan kebencian dan kesedihan.

Begitu pun kepada harta akan ada perasaan memiliki dan senang, karena dengan harta yang banyak, dia bisa mengambil manfaat dan membeli kesenangan-kesenangan, dan kesenangan adalah sesuatu yang enak-enak, baik benda hidup maupun mati, baik yang nyata maupun yang abstrak. Untuk itulah harta dicintai. Bersusah-payah untuk mencari harta, siang malam untuk mencarinya karena ada kesenganan dalam mendapatkan hartanya dan menghitung-hitungnnya. Setelah terkumpul banyak bisa dibanggabangakan.

Begitupun kekuasaan banyak dicari karena dengan “kekuasaan” kita bisa mengendalikan menguasai siapapun atau apapun. Kekuasaan di keluarga misalnya, kitalah yang harus dihargai, dihormati atau di puja, jadi ada kesenangan dibalik kekuasaan itu. Oleh sebab itu maka kekuasaan begitu dicintai manusia. bila tidak dapat maka timbulah rasa benci.

 

c.  Sedih dan gembira

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu."(QS: Fushshilat:30)


Sedih dan gembira adalah kelanjutan dari emosi cinta dan Benci . Sedih adalah perasaan kehilangan atau perasaan tak memiliki apa-apa, sedangkan gembira adalah perasaan memiliki segalannya. Kesedihan adalah sesuatu yang hilang yang terjadi pada masa lalu, sedangkan takut adalah perasaan kehilangan sesuatu yang akan terjadi di masa depan. Takut dan sedih inilah dalam ayat diatas menjadi tolak ukur keimanan seseorang seperti dijelaskan pada ayat diatas. Kehilangan ini refleksi dari terlalu mencintai sesuatu, dan sesuatu itu seperti pada ayat sebelumnya yaitu kecintaaan akan harta, anak, wanita(pasangan), dan kekuasaan. Dan perasaan kehilangan semua itu maka timbulah penyesalan , lalu munculah tangisan sebagai wujud refleksi dari kesedihan itu sendiri

Sedih sebetulnya adalah iba diri/ menangisi diri sendiri . Contohnya : kendaraan kita hilang di curi orang. Apa sebetulnya yang kita tangisi? Apakah kendaraan atau diri kita sendiri yang tak memiliki kendaraan lagi? Ditinggalkan pasangan atau disakiti pasangan, siapakah sebetulnya di tangisi? Apakah pasangan kita atau diri sendiri yang karena merasa kehilangan atau merasa teraniaya? Anak kita atau orang tua kita meninggal, siapakah yang kita tangisi? Apakah Orang tua kita atau anak kita? Ataukah  diri sendiri  yang merasa kehilangan?

Kesedihan dan kegembiraan adalah selalu datang silih berganti. Bergembira karena merasa memiliki segalannya. Begitu kepemilikan diambil timbulah kesedihan. Didapat lagi bergembira lagi, diambil lagi bersedih lagi. Itulah manusia.. Kesedihan  sebetulnya menunjukan kelemahan, sedangkan kelemahan adalah pilihan untuk selalu kalah, kalah menghadapi kenyataan dan kehidupan. Padahal sebetulnya harta dan anak adalah ujian. Yakinlah semua itu adalah ujian seperti Dalam Al-qur’an:  

“Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.(QS:Al-Anfal:28)

 

d.  Berani dan Takut

Takut adalah sebuah perasaan. Perasaan khawatir, cemas dan sesuatu yang akan terjadi di masa depan . Takut muncul karena kita tak memiliki kemampuan, kamampuan untuk menghadapi resiko  dan masalah. Takut karena kita terlalu mencintai, karena mungkin sesuatu yang kita cintai akan hilang dimasa depan. Keberanian adalah perasaan siap untuk menghadapi masa depan. Karena kita merasa memiliki kemampuan, kemampuan untuk menghadapi resiko dan masalah. Takut menimbulkan keberanian dan keberanian menimbulkan ketakutan. Takut dan berani adalah dua sisi mata uang sifat manusia. Bila muncul rasa takut dia putus asa, bila muncul berani dia akan takabur.

Ketakutan adalah permainan pikiran. Pikiran membayangkan Sesuatu   yang buruk yang akan terjadi. Karena kita tau mau kegagalan, tak mau menghadapi masalah, dan resiko padahal masalah, kegalalan dan adalah keniscayaan.

Takut juga karena kehilangan harta, anak, istri, dan kekuasaan. Keempat paktor inilah yang ditakutkan manusia dan manusia berani dengan berbagai cara untuk mendapatkannya.  

e.  Marah dan Sayang

Marah dan sayang adalah perasaan pengharapan sesuatu yang harus sesuai dengan apa yang di inginkan/harapkan . Marah timbul jika sesuatu tidak sesuai dengan harapan . Sayang timbul jika sesuatu sesuai dengan harapan . Kemarahan kepada apa? Kepada anak, harta,  pasangan dan karena kekuasaan.

Contohnya :

Pada anak kita kita harus selalu ditaati ,diprioritaskan, dihargai ,ditakuti ,di ikuti semua keinginan kita bila tidak di ikuti muncul kemarahan, bila di ikuti muncul rasa sayang. Padahal marah dan sayang ternyata ada pamrih dibalik itu tanpa disadari oleh kita.  Timbul pertanyaan pamrihnya apa  “ya ketaatan dan penghargaan itu tadi”.

Expresi marah tergantung situasi dan kondisi. Marah cendrung di ekpresikan kepada yang lebih lemah kepada kita. Contohnya orang tua kepada anaknya, atasan kepada bawahannya. Sedangkan kemarahan kepada orang yang lebih kuat  kita tahan. Karena kita takut bila expresikan akan berakibat buruk pada kita, biasanya diekpresikan dengan gunjingan, penahan emosi marah kepada yang lebih kuat  cendrung ditunjukan ketidaksukaan yang lama-lama muncul sifat dendam yang suatu waktu dapat meledak.

Ekpresi marah diekpresikan bisa Verbal bisa juga non Verbal. Orang marah bisa dilihat dari:

•           Suarannya meninggi

•           Perilaku fisik seperti melempar, memukul bahkan diam

•           Expresi muka cemberut, membuang muka dsb

•           Dirasakan pribadi muka merah, jantung berdetak kencang disertai nafas yang tersengal-sengal.

Begitupun ekpresi sayang bisa juga non Verbal. Orang sayang  bisa dilihat dari :

•           Suarannya merendah dan halus

•           Perilaku fisik seperti memeluk, mengusap, mengelus dsb

•           Expresi muka senyum dan penuh perhatian

 Ternyata sayang dan marah itu ada pamrih di baliknya yaitu yang halus sesuai apa yang diinginkan dan di harapkan . Contoh pada ayat di bawah ini :

“Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah”.(QS:An-Nahl:58)  

Pada ayat ini dijelaskan sesorang yang telalu berharap kelahiran anak laki-laki maka bila dia diberi anak perempuan di marah-marah. Bisa pada istrinya, keadaan, bahkan kepada Sang Pencipta.  

Contoh lain dalam hal pembagian Zakat:

Dan di antara mereka ada orang yang mencelamu tentang (distribusi) zakat; jika mereka diberi sebahagian dari padanya, mereka bersenang hati, dan jika mereka tidak diberi sebahagian dari padanya, dengan serta merta mereka menjadi marah “ .(QS:At-Taubah:58)  

 

Bersambung ke Bahasan ke 3 :

Berhala Emosi  / Sang Penyembah Emosi

 

]]>
http://kumara-energyshield.com/rss-comments/
BERHALA EMOSI http://kumara-energyshield.com/?pg=articles&article=16546 http://kumara-energyshield.com/?pg=articles&article=16546 Sat, 5 Dec 2009 01:00:21 +0700 Kumara Asih Catatan Kang Tedi http://kumara-energyshield.com/?pg=articles&article=16546 BAB I
BAGAIMANA EMOSI ITU MUNCUL



Mengenal kata Emosi pikiran orang identik dengan kata marah atau emosi marah. Padahal menurut kajian ilmu jiwa atau psikologi, emosi bukan hanya emosi marah saja. Timbul pertanyaan apakah emosi itu? menurut pakar ahli jiwa bahwa emosi secara sederhana dapat dijelaskan bahwa emosi itu adala SEBUAH PERASAAN.  Dan perasaan itu munculnya dari mana? Apakah dari dalam diri manusia ? ataukah dari luar manusia? Pada buku ini akan mengenal emosi, sebab kemunculannya, jenis-jenis emosi dan manajemen pengendalian emosi. Semuanya itu akan kita bahas menurut kajian dan pandangan islam.


Seperti sudah dijelaskan sebelumnya bahwa emosi adalah sebuah perasaan, dan perasaan itu muncul atas respon kita atas sesuatu kejadian atau peristiwa yang terjadi, baik peritiwa yang berupa audio/suara , visual/gambar, gerak/kinesik atau gabungan ketiganya. Input dari luar  itu direspon dan diproses oleh otak berdasarkan pengalaman atau pengetahuan orang yang bersangkutan lalu hasil respon tadi dikeluarkan menjadi wujud-wujud ekpresi emosi.seperti : marah, benci, sedih, gembira takut dsb.
Jadi kaalu kita kaji dan pernyataan di awal emosi itu muncul dari dalam diri manusia atau luar dir manusai? Ini sebenarnya mudah di jawab, berdasarkan penjelasan diatas bahwa emosi itu muncul karena respon atau atas suatu kejadian atau peristiwa. Maka sudah jelas bahwa emosi muncul dari dalam  diri manusia, memang  faktor pemicu atau penyebabnya dari luar diri manusia. Peristiwa yang berupa objek audio, visual, kinesik atau gabungan ketiganya adalah tidak bermakna. Manusialah yang memberi makna atau nilai itu sendiri, biasanya berupa ekpresi-ekpresi emosi.
Supaya mudah penulis akan memberikan sebuah contoh yang sederhana apakah emosi itu muncul dari dalam diri manusia atau luar diri manusia? Sehingga pembaca dapat menganalisa dan mengkaji apakah pernyataan penulis benar atau tidak?
” Bayangkan ada sedang asyik membaca buku ini di taman kota yang asyik dan nyaman, sambil menikmati kicauan burung, angin bertiup sepoi-sepoi. Anda duduk di bawah pohon rindang. Ditengah taman anda melihat banyak orang berlalu-lalang, banyak orang bercengkrama, ada juga orang tua yang bermain dengan anaknya.
Coba emosi apakah yang anda rasakan? Coba berhenti sejenak membaca buku ini, bayangkalah atau visulisasikan seolah-olah anda mengalaminya sendiri.?
”Cerita kita lanjutkan kembali, tiba-tiba dari kejauhan anda , melihat wanita cantik yang belum anda kenal menghampiri anda, dia berjalan-jalan perlahan kepada and, sekilas anda melihat bahwa gadis itu kulitnya putih, hidungnya mancung dan jilbaba putihnya  yang panjang meliuk-liuk di ditiup angin semakin menambah kecantikannya.”
Sekarang emosi apakah yang anda rasakan ?
” Cerita kita lanjtukan kembali, tanpa anda sadari gadis itu sudah berada di hadapan anda, lalu melemparkan senyum yang sangat manis, jantung anda berdetak sangat kencang dengan gemetar anda pun membalas senyumnya. Tiba-tiba sekoyong-koyong gadis itu meludahi muka anda 3 kali persis di hidung anda”
Sekarang Emosi apakah yang anda rasakan?
” Darah anda mendididih karena sangat marah, anda merasa sangat dilecehkan anda hendak menamparnya, tapi gadis itu malah tersenyum dengan sangat manis dan berkata :” Aku Mencintai Kamu ”. Anda tersentak Kaget tak mampu berkata-kata, dengan terbata-bata anda bertanya :” Kalau kau mencintaiku mengapa kau meludahik”
”Justru Karena aku cinta makanya aku meludahi mu!”
”Aku tak mengerti ucapanmu”
Gadis itu menjawab masih dengan senyumnya yang menawan:” Mungkin kau tidak paham dan tidak tahu bahwa aku sebenarnya berasal dari sebuah suku di daerah terpencil, menurut tradisi dan kebiasaan masyarakat kami bahwa meludahi pasangan sebanyak 3 x  itu bahwa kami sangat hormat dan mencintai dengan sangat dalam>”
Emosi apa yang anda rasakan?
Anda akan merasa heran mengapa emosi anda berpindah-pindah dari suatu emosi ke emosi lainnya secara tiba-tiba mengikuti peristiwa atau kejadian yang kita alami.
Pada peristiwa yang pertama mungkin yang anda rasakan campur aduk antara tenang, nyaman, indah dan damai.
Pada peristiwa yang kedua mungkin yang anda rasakan tertarik, kagum.
Pada peristiwa yang ketiga mungkin muncul emosi cinta dan mungkin anda mengira bahwa cinta anda tidak  bertepuk sebelah tangan, karena gadis itu tersenyum kepada anda.
Tapi sekoyong-koyong ada peristiwa yang keempat gadis itu meludahi anda, anda mungkin marah, kalut, dongkol, heran,  jengkel dsb. Campur aduk menjadi satu. Cinta berubah menjadi benci hanya dalam hitungan detik saja. Anda berpikir dosa apa yang anda lakukan hingga gadis itu begitu membenci anda?
Pada peristiwa kelima mungkin emosi cinta itu muncul kembali,  disertai rasa heran dan lucu atas kebiasaan masyarakat itu dan mungkin anda akan berusaha untuk memakluminya.
Mari kita bahas  sama-sama. Anda heran mengapa rentetan alur peristiwa atau kejadian tadi itu bisa begitu cepatnya mengubah-ubah emosi anda dengan sangat cepatnya bahkan mungkin dalam hitungan detik saja. Seperti sudah dijelaskan sebelumnnya bahwa emosi itu muncul atau respon kita terhadap suatu kejadian atau peristiwa yang terjadi. Nah respon itu muncul dari pengalaman dan pengetahuan yang terekam dalam memori otak anda sejak dari kecil yang merupakan respon alam bawah sadar anda.
Mengapa penulis berani berkata demikian  karena emosi itu sebenarnya diajarkan baik oleh lingkungan, orang tua yang biasanya sudah mendarah daging dan mengakar kuat.  Jadi emosi itu ajaran budaya bukan ajaran agama, pelajaran yang bisa kita petik dari peritiwa diatas kita ambil contoh emosi marah saja. Marah karena kita diajarkan untuk marah. Contoh meludahi orang itu dianngap sebuah penghinaan, kita menganggap sebuah penghinaan karena budaya kita di indonesia khususnya di sunda itu tanda sebuah penghinaan berat. Tapi bila meludahi muka orang itu dianngap sebuah penghormatan dan tanda cinta yang dalam yang seperti kejadian yang dicontohkan diatas tentu kita akan memakluminya. Budaya itu sudah mengakar kuat dan susah untuk dihilangkannya
Yang bisa ditarik kesimpulan, emosi itu muncul karena beberapa sebab :
1.    Di ajarkan oleh lingkungan dan keluarga. Biasanya nilai-nilai yang dianut oleh keluarga atau budaya atau suatu adat istiadat atau  kepercayaan yang sudah kuat contohnya : Rasa takut hantu/setan yang dimunculkan karena pengajaran tua atau pengajaran lingkungan. Karena terus menerus diajarkan berulang-ulang lama-lama terekam sangat kuat di memori alam bawah sadar.
2.    Pembelajaran dari interaksi lingkungan dan keluarga.  anak secara aktif belajar meniru apa yang sudah dilakukan oleh kedua orang tuanya dan lingkungan sekitarnya. Bagaimana orang tua mengendalikan emosi, mengekpresikan emosi, dan sebagainya. Ini yang sebenarnya  yang sebenarnya yang paling dominan mempengauhi tingkat kecerdasan emosi seorang anak. Tahap-tahap ini biasanya dialami seorang anak sampai anak itu menjelang kedewasaannya.
Untuk orang tua harus menciptakan lingkungan nyaman ditengah keluarga. anak yang diasuh dengan penuh kasih sayang dan perhatian yang Insya Allah bila dewasa nanti akan memiliki kepribadian yang baik dan bisa mengendalikan emosinya.  Benbeda dengan anak yang diasuh dilingkungan keluarga yang tidak nayaman dan penuh tekanan  akan berakibat terguncangnya jiea anak yang mempengaruhi emosionalnya yang bila dewasa nanti akan menjadi pribadi-pribadi yang labil.
3.    Pengalaman.  Ini terjadi bila anak sudah menjadi atau menjelang dewasa. Pengalaman yang baik atau traumatis  di masa ini bisa mengakibatkan  perubahan dan tingkat emosinya. Apabila tekanan emosi berlangsung pada waktu yang lama akan merunbah anak menjadi temperamental, dan lama-lama akan dapat menjadi sebuah kepribadian.

Oleh karena itu kita selaku muslim agama kita adalah islam. Karena agama itu adalah aturan gawe manusia,  yang artinya setiap tindak dan tanduk dan hidup manusia harus sesuai dengan  aturan. Karena agama kita islam dimana gawe atau tindak tanduk kita harus sesuai dengan islam itu tadi, bukan ajaran atau agama budaya. Sekarang kita tinggal pilih mau mengikuti ajaran agama budaya atau ajaran islam, itu terpulang kepada kita masing-masing.
Nah dalam buku ini akan dibahas seluk beluk emosi dan bagaiman cara atau menajemen pengendalian emosi. Buku ini adalah buku praktek dan perlu di amalkan dan perlu latihan terus menerus sehingga kita menjadi ahli dalam manajemen pengendalian emosi kita. Yang Insya Allah akan berguna dalam meningkatkan kualitas ibadah sosial kita. Amin
L

]]>
http://kumara-energyshield.com/rss-comments/
Ini Adalah Cerpen Pertamaku http://kumara-energyshield.com/?pg=articles&article=16385 http://kumara-energyshield.com/?pg=articles&article=16385 Fri, 4 Dec 2009 19:31:47 +0700 Kumara Asih Cerita Pendek http://kumara-energyshield.com/?pg=articles&article=16385 NAYLA NIKMATNYA BERSEDIH

Gedubraaak!!!!

Nayla membuka pintu keras-keras dan membantingkannya. Tanpa salam dan suara cerewet khasnya mengiringi kedatangannya.

Astagfirullah ....!  kataku dalam hati mengelus dada. Wajah adikku tanpak kesal, marah dan sedih jadi satu, jadi syerem.

”Lo, kenapa,?  Pulang-pulang kok marah? ngagetin orang aja,”tegurku.

“Dasar bajingan!” Lagi-lagi bukannya menjawab malah mengumpat. Aku salah apa ya? Pikirku. Nayla masuk kamar dan membanting pintu tak kalah keras di susul benda berjatuhan dan tangis pecah sesegukan. Pasti deh sesudah itu kamarnya berantakan, kayak kapal pecah.

”La kalau kamu ada masalah, ngomong dong...” seruku mengetuk pintu.

”pergi!! Gue lagi pingin sendiri!” Teriakan dari dalam membuatku urung masuk dan menjauhi daun pintu kamar.

Nayla ,Nayla...... Selalu begitu setiap kali punya masalah disekolah pasti pulangnya marah-marah. Sebagai kakak, aku yang berada dirumah sering kena sasaran. Syukurlah ibuku tidak ada dirumah kalau ada tentu dia sudah jantungan. Beliau berjualan di pasar.

Besoknya terulang lagi sampai hari ketiga, aku biarkan saja. Kusabarkan dengan hati, menunggu dia bilang sendiri. Benar saja, malamnya Nayla masuk kamarku cemberut.

” Kenapa? kok bete?”

”Sebel sama kamu!”

”Lho, aku salah apa?”

”Abisnya... orang lagi kesel kok dicuein, tanya kek kenapa, kasih perhatian begitu,...” Nayla menekuk ujng rambutnya dan memajukan bibirnya.

“Kamu ini, gimana sih....nanya salah, diam juga masih salah, bingung deh!”

“Ya habis aku sebel sama si Joan , dia selingkuh!”akhirnya Nayla cerita.

Kali ini dia sebel sama Si Joan dulu Ryan dulunya Fadli besok siapa lagi? 

"Bla-bla-bla... " Nayla cerita semuanya dari A-Z harus didengerin dan diliatin gak boleh meleng matanya meski menatap ke depan kalau meliat ke kanan atau menoleh ke kiri langsung bilang :

”Dengerin dong Ly!” jadi harus diliatin bukan di dengerin.

”Ini juga di dengerin”

”Matanya tatap dong... kalau aku lagi bicara. Aku gak suka, gak sopan tau!” Tandasnya. Dia sendiri juga gak sopan sama kakaknya.

”Butuh diliatin ato didengerin? itu sih namanya melototin, siapa tahu gak dengerin he...hee!”

”Pokoknya dengerin sama liatin!”

”Ya...Ya...”

Lalu cerita di sambung lagi. Gak boleh di sela, gak boleh nanya mesti diperhatiin. Sampai selesai aku masih diam saja.

”Kok diem sih? Gue dinggap radio butut ya?!”

”Katanya suruh diem, marah jga!”

”kasih saran dong....”

”Nanti salah lagi kamu kan gak mau di nasehatin pengennya di dukung cuhat kamu salah atau benar di iyakan bukan di ingetkan.

”Kali ini gue butuh nasihat lu, gue akan nurut dan dengerin semuanya.” Nayla ngacungin kedua dua jarinya.

”Menurut aku inti semua masalah mu sama saja, kamu tuh... selalu terjebak dalam lubang yang sama. Kalau aku bilangin janganpacaran pasti kamu menolak mentah-mentah, sekarang gini deh.... apa yang kamu dapetin dari semua ini? Cuma sakitkan? Ngapain ’sakit’ di cari? Lagi pula penyebabnya ada pada diri kamu sendiri . Kamu selalu menuntut orang lain atau pacarmu sesuai dengan keinginanan kamu sendiri gak mau berubah.”

“Tapi kan Ly....gue ...bla-bla-bla....”Nayla ngebala diri.

”Sst, jangan beralasan makin menunjukan kamu seperti itu. Menurutku buat apa sih kita menangisi cinta?  Sebenarnya kamu tuh cuma menangisi diri kamu sendiri .”

”Maksud lo apa?!”

” Ya kamu Cuma kasihan diri sendiri, meng IBA DIRI bukan menangisi pacarmu atau cinta mu”

”Gue gak seperti itu.”

”Emang kenyatanya seperti itu ! Tapi emang enak menangisi diri sendiri itu, suatu kesenangan. Sedih itu senang, nikmat.”

”Senang, nikmat, apanya?!!”

”Ya senang, buktinya kan kalau kamu menangisi atau kamu marah-marah, Puaskan hati kamu? Lega, menikmatin ingin lama-lama, merasa diri teraniaya, seperti makan sesuatu yang enak-enak pengennya di ulang-ulang dan ingat-ingat, begitu juga kamu, senang bersedih dan menderita hati ”

”Aku tak seperti omongan mu. Ga masuk akal”

”emang gak akan mengerti kalau gak pakai logika.”

”Sembarangan!”

”Sudahlah, sebaiknya kamu merenung saja, shalat dan mengkaji. Jangan lama-lama bersedih. Nanti jadi ketagihan sebab ada hormon pembuat rasa senang atau nikamt saat bersedih itu keluar dari tubuhmu, namanya hormone endrofine, seperti ganja atau narkoba”

”Makin gak nyambung deh! Dasar orang aneh, otaknya ketinggian.... lama-lama gak tercapai jatuh deh, konslet!”Nayla bersengut-sungut pergi ke kamarnya.

Aku, Nayli kakak Nayla Cuma menggeleng-geleng.

Tapi aku rasa emang nangis itu nikmat kan?  Kamu merasa puas dan lega setelah manangis atau marah-marah. Makin lama nangisnya makin senang hati, puas dan nikmat. Apalagi melihat orang lain menyesal karena tangisan atau kemarah kita. Suatu kesenagan ternyata mengumbar nafsu dan emosi itu, sebab bila kita melakukan kesenangan atau kenikmatan itu pinginnya di ulang-ulang dan ingat-ingat, untuk mengulang kembali rasa kenikmatannya. Nafsu sedih dan marah juga nikmat bukan hanya gembira atau bahagia saja. Sejatinya bahagiakan cuma permainan pikiran kita saja mengaturnya. Tapi walaupun sedih dan marah adalah satu kenikmatan, apakah itu kenikmatan yang positif? Adakah kebaikannya untuk kita? Yang ada energi pikiran dan tubuh kita terkuras habis untuk hal-hal yang dinamakan penyakit hati itu.

Lagi pula sudah jelas Allah berfirman dalam Qur’an:

Sesungguhnya Orang-Orang Yang Mengatakan: "Tuhan Kami Ialah Allah" Kemudian Mereka Meneguhkan Pendirian Mereka, Maka Malaikat Akan Turun Kepada Mereka Dengan Mengatakan: "Janganlah Kamu Takut Dan Janganlah Merasa  Sedih ; Dan Gembirakanlah Mereka Dengan Jannah Yang Telah Dijanjikan Allah Kepadamu."


Tidak cukupkah ayat itu bagi kita.  Mengerti kan maksudnya? kalau tidak cobalah merenung


Sukajaya, 29 Mei 2009 (20.00 WIB)

Kumara Asih, Salam Manis dan Sayang untuk adiku

 

]]>
http://kumara-energyshield.com/rss-comments/
SAYAP PATAH http://kumara-energyshield.com/?pg=articles&article=16427 http://kumara-energyshield.com/?pg=articles&article=16427 Thu, 3 Dec 2009 21:53:32 +0700 Kumara Asih Cerita Pendek http://kumara-energyshield.com/?pg=articles&article=16427  

RUMAH SAKIT HARAPAN IBU

“Kau boleh pulang rum,”kata dokter Iwan.

“Tapi jangan lupa untuk control seminggu sekali.Jika ada kesiapan mungkin kamu bisa coba program untuk therapy”lanjutnya.

Bersama perawat ,papa mama menurunkan putri kesayangan mereka kesebuah benda besi yang sangat mengerikan sebagian orang, kursi roda…entah seperti apa perasaan rum saat menaiki kursi itu.Dia udah terlalu shock ketika mengetahui kalau kakinya tak bisa berjalan lagi.Sehingga saat mengalami proses sebagai orang yang kehilangan suatu kemampuan yang sangat berharga dia bahkan tak bisa berpikiran apapun, blank…gelap.

“Tulang belakangnya mengalami keretakan yang cukup serius butuh waktu lama untuk menyembuhkannya, tapi jangan khawatir semua masih bisa diperbaiki yang terpenting adalah menyembuhkan beban emosional atau pshikisnya.”kata dokter Iwan di ruangannya.

“Lalu apa yang harus kami lakukan dok?”Tanya papa  bingung. Itu  beberapa hari sebelum hari kepulangannya kini.

Menyusuri lorong rumah sakit bersama dorongan tangan papa yang  memutar kursi roda dan genggaman tangan mama disampingnya seakan ingin memberikan kekuatan dan tak ingin dilepaskan lagi tak membuat hati rum menangis atau bersedih.Bukan karena tabah atau ikhlas tapi semata karena  belum bisa menerima apa yang terjadi padanya.Dia bahkan tak bisa berpikir apapun tentang semua yang akan dijalaninya di masa depan.Semuanya gelap.Rum seperti berjalan di ruang hampa udara  melayang tak ada beban ataupun keseimbangan.

Rum termenung dikursi rodanya dipinggir jendela kamar,memandang bintang-bintang seperti waktu dulu yang sering dia lakukan sambil duduk bingkai jendela.Kini masih adakah bintang harapan untuknya? Rum tak percaya dokter. Kadang –kadang mereka suka memberi harapan palsu. Rum memikirkan bagaimana reaksi teman-temannya disekolah bagaimana dirinya menjalani  semua aktivitasnya.

“Wuiiih……..!!!!” Rum menggoyang-goyangkan  tubuhnya  dengan  lincah, lighthing   menyoroti berganti –ganti. musik tiada berhenti  menghipnotis semua pengunjung clubing  untuk larut menikmatinya.      

“Ayo….dong….masa sih diam terus? ….”Kata rum pada  pada sissy dan dhea. Mereka memang tak sehebat rum dalam aksi melantai.

“Udah ah ,yu….kita duduk. gue cape “ajak Dhea.

“Ah, lu  masa segitu aza keok sih…

 “Udah malam nih…” Sissy menimpali .

“Sebentar lagi kenapa, gue lagi tanggung ….. enak nih…”

Sissy dan Dhea tak memperdulikannya,mereka miggir dari arena. Terpaksa dia mengikutiny padahal hatinya masih betah.

“Baru juga jam sebelas….udah pulang,” gerutunya setelah masuk kemobil.

“Gue ga mau nyokap ngomel ngomel rum,”jelas sissy

“Iya bokap gue juga suka ngamuk.bisa bisa gue ga boleh clubing lagi.”tambah Dhea memperkuat pendapat Sissy.

“Ya udah, “Rum nerima tapi masih cemberut,kesal.

Rum anaknya energik. pagi –pagi sudah bangun untuk berenang diteruskan dgn berjemur.siangan dikit pergi kemall bersama  two best friendsnya, menghabiskan uang papa. Di sekolah juga rum sangat aktif selain ikutan English club juga masuk cheer leader dan satu lagi teater, sangat menyita waktu dan melelahkan bagi sebagian siswa. Sudah tentu dia yang selalu jadi bintangnya. Tak heran anak papa mama  yang cantik ini jadi kebanggaan mereka dan banyak rekan pengusaha  yang mengincar rum untuk jadi calon menantu mereka.

Teguran mama membuyarkan semua  lamunan Rum akan  kenangan  hari –hari kemarin yang dalam sekejap berubah menjadi masalalu yang indah.

“Rum ….,sudah malam kamu tidur ya,”mama mendorong kursi roda dan membopong Rum ketempat tidurnya.

 

Rum menatap Roy ,pemuda itu mendekatkan wajahnya. Tiba–tiba pintu terbuka. Papa berdiri dengan garang….

“Papa ?!” mereka berdua tersentak kaget bagai maling tertangkap basah.

“Oom ….,” sapa Roy mencoba bersikap ramah menutupi rasa bersalahnya.

“Masuk !!!” kata papa masih dengan muka garang dan dingin. Dengan ragu-ragu Rum meninggalkan Roy yang menatapnya dengan memelas. Papa menatap tajam Rpy yang masih berdiri didepannya.”Oom saya…” bruggkkhh!!! pintu di banting keras untung ga terbentur muka Roy yang  ngeloyong hendak mengikuti masuk. Roy  tertegun kaget jantungnya hampir saja berhenti.

Rum tertunduk dikursi papa mendakwanya habis – habisan.

“Sudah pulang malam, pacaran, ciuman di depan hidung lagi! Dasar tak tau malu !”

“Dengar…, mulai saat ini papa ga mau melihat kamu berhubungan dengan dia apalagi menemuinya!”

“Papa ?!!” Rum menatap protes

“diam!! Papa sudah punya calon tunangan untukmu, anak pengusaha partner bisnis papa,dia kaya dan tidak urakan seperti temanmu itu…”

“Tapi pa..!!”

“Tidak ada tapi-tapian masuk dan jangan membantah!!” rum menatap papanya dengan amarah anak yang didik keras tertekan namun kebebasan bergaul membuat jiwa pemberontaknya bangkit.  Dia berdiri dengan garang, bukannya masuk kamar Rum malah berlari keluar.” Rum! Rum! Harum kembali!” Rum tak peduli dia mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. Rum benar-benar kalut. Dia sangat mencintai Roy dan tak bisa hidup jika tiba-tiba harus dipisahkan dengan kekasihnya. Bagaiman mungkin Rum akan dijodohkan dengan  orang yang tidak dikenalnya.

Sebuah mobil dengan kecepatan tinggi melaju dari arah yang berlawanan. Rum tak bisa mengendalikan diri dan juga mobil yang di kendarainya. Rum menjerit keras”Aaaaa….!!!”

 

B e r s a m b u n g  

 

]]>
http://kumara-energyshield.com/rss-comments/